Remaja di Pematangsiantar Jual Pacarnya Rp 300 Ribu

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 21:18 WIB
Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
Foto: Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
Pematangsiantar -

Seorang remaja di Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut), tega menjual pacarnya ke pria hidung belang. Remaja berinisial AR (17) itu menjual pacarnya dengan harga Rp 300 ribu.

"AR ditangkap karena diduga menjual pacarnya yang masih berusia 15 tahun lewat aplikasi media sosial MiChat. Korban dijual dengan harga Rp 300 ribu untuk sekali kencan," kata Kasatreskrim Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto saat dihubungi, Senin (7/9/2020).

Edi menjelaskan AR dan korban baru berpacaran selama 3 bulan. Perilaku bejat AR kepada korban diketahui setelah korban ribut dengan calon pembelinya.

"Korban terlibat cekcok mulut dengan calon klien-nya. Warga yang menyaksikan kejadian itu langsung mengamankan pelaku dan diserahkan ke Polsek Siantar Martoba. Korban dan pelaku kemudian dibawa ke unit PPA Polres," ujarnya.

Edi mengatakan, korban dan pelaku sehari-hari tinggal bersama karena tidak memiliki keluarga. Pelaku menjual korban dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka pelaku ini menjual kekasihnya itu dengan tarif Rp 300.000 sekali kencan. Jadi, setelah korban mendapatkan bayaran, uang tersebut digunakan untuk melunasi uang kos dan selebihnya untuk makan mereka," ucapnya.

Korban, kata Edi, sudah 9 kali dijual selama satu bulan ini. Aksi kejahatan ini akhirnya terungkap setelah korban dan calon pembeli terlibat keributan.

"Terakhir itu Sabtu (5/9) kemarin," jelasnya.

Edy mengatakan AR sudah dijadikan tersangka. Saat ini, kata Edy, pihaknya masih mengumpulkan barang bukti dan mencari pembeli yang sempat terlibat keributan dengan korban.

"Kalau sudah lengkap, tersangka ARA ini bisa dijerat pasal berlapis, yaitu pencabulan terhadap anak di bawah umur dan kasus perdagangan manusia dengan korban di bawah umur," tutur Edi.

"Tersangka kita tahan 14 hari. Intinya untuk persoalan traficking, masih perlu pendalaman karena itu semua keterangan korban," paparnya.

(aik/aik)