FSGI Imbau Guru Diswab Sebelum Belajar Tatap Muka, Ini Respon Kemendikbud

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 20:01 WIB
ilustrasi guru dan murid di kelas
Foto: lustrasi guru dan murid di kelas (ilustrasi/thinkstocki).
Jakarta -

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) atau swab test kepada guru sebelum membuka pembelajaran tatap muka. Kemendibud mengatakan itu merupakan ranah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Mengenai tipe testing dan sebagainya itu merupakan ranah dari Kemenkes tentunya tapi prinsip kami bahwa kesehatan dan keselamatan itu hal yang utama jadi bagaimana sekolah masyarakat dan siswa terutama ini hal yang terpenting yang harus terlindungi gitu ya supaya tidak terkena dari COVID itu," kata Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril dalam telekonferensi Kemendikbud pada Senin (7/9/2020).

Iwan pun menegaskan Kemendikbud terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) terkait protokol kesehatan bagi sekolah yang membuka pembelajaran tatap muka. Menurutnya, protokol yang ada saat ini juga telah ditetapkan oleh Kemenkes.

"Yang terkait tadi dalam konteks apa tadi ini ya kesehatan testing swab gitu ya, yang penting begini ya, yang kita terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah supaya protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kemenkes ini dijalankan sepenuhnya tentunya dengan berbagai pertimbangan kita yang sudah akses," tutur Iwan.

Sebelumnya, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengungkap ada 42 guru dan dua tenaga pendidikan yang meninggal dunia akibat virus Corona (COVID-19). FSGI meminta ada tes swab bagi para guru sebelum sekolah dibuka.

"Per 18 Agustus 2020, dalam catatan kami ada 42 guru dan dua tenaga pendidikan yang meninggal akibat COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap guru di masa pandemi ini sangat lemah, dan dengan lemahnya perlindungan terhadap guru di masa pandemi ini kami melihat pembukaan sekolah yang direncanakan pemerintah melalui relaksasi zona kuning dan hijau sangat berisiko jika tanpa persiapan matang," kata Wakil Sekretaris Jenderal FSGI, Fahriza Marta Tanjung dalam telekonferensi pada Sabtu (22/8).

"Kami juga meminta Kemendikbud bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah untuk melakukan testing kepada guru-guru sebelum membuka sekolah dalam bentuk PCR Test atau Swab Test. Karena langkah ini sangat efektif dalam mencegah penularan COVID-19 di sekolah," imbuh Fahriza

(hel/aik)