5 Korban SUTET Jahit Mulut, DPR Diminta Panggil Dirut PLN
Rabu, 11 Jan 2006 13:25 WIB
Jakarta - Kasus SUTET identik dengan derita tak berkesudahan. Lima korban kasus itu 15 hari sudah mogok makan dengan menjahir mulut. Namun hingga kini aksi mereka seolah tak kunjung memberikan hasil.Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Pramono Anung meminta aksi itu segera dihentikan. Ia menjanjikan akan memerintahkan anggota Komisi IV DPR dari PDIP agar memanggil Dirut PLN dan menteri terkait untuk menyelesaikan kasus itu."Kalau tidak diselesaikan ini akan berdampak buruk dan menyebabkan investor enggan untuk menanamkan investasinya di bidang kelistrikan di Indonesia. Masa masalah semacam ini saja tidak bisa diselesaikan?" kata Pram.Hal itu disampaikan Pram saat mengunjungi aksi korban SUTET di bekas kantor PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (11/1/2006). Aksi mogok makan dengan jahit mulut itu telah dilakukan sejak 27 Desember 2005 lalu. Aksi yang semula digelar 5 orang kini tinggal diikuti 4 orang. Syafrudin, salah seorang peserta aksi, kondisinya memburuk dan terpaksa dilarikan ke RS.Empat peserta lainnya yakni Romli (39) dari Bogor, Nurdin (42) dari Rancaekek Bandung, Jajang Suparman (38) dari Cianjur, dan Parman (64) dari Cihanjuang Sumedang kini kondisinya juga memburuk. Keempat orang itu hanya bisa tidur dengan tubuh lemas. Dokter kini sedang memeriksa tekanan darah keempat orang itu.
(iy/)











































