DPR Geram Timor Leste Tembak WNI
Rabu, 11 Jan 2006 11:09 WIB
Jakarta - Penembakan 3 warga negara Indonesia (WNI) oleh polisi perbatasan Timor Leste membuat geram Ketua DPR Agung Laksono. Ia memperingatkan Timor Leste agar menjadikan kasus itu sebagai kasus terakhir."Saya berharap itu tindakan yang terakhir. Kalau terjadi lagi, rasakan akibatnya," cetus Agung kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2006).Penembakan itu bagi Agung merupakan bentuk penghinaan terhadap bangsa Indonesia. Terlebih lagi penembakan itu dilakukan secara membabi buta. "Itu tindakan yang kita protes keras. Itu penghinaan terhadap bangsa kita," tandas Agung.Protes juga disampaikan anggota Komisi I DPR Boy Saul. Politisi dari Fraksi Partai Demokrat itu menuntut pemerintah Timor Leste menjelaskan kasus tersebut."Pemerintah harus menanyakan dan proaktif mengusut kasus ini agar kita tidak dilecehkan. Secara resmi pemerintah Timor Leste juga harus menjelaskan," kata Boy.Boy juga menyatakan sangat kecewa dan menyesalkan penembakan terhadap 3 WNI tersebut. Sebagai anggota DPR, ia minta pemerintah Timor Leste menghukum pelaku jika yang dilakukan menyalahi prosedur.
(iy/)











































