Sharon Lewati Bahaya
Rabu, 11 Jan 2006 09:50 WIB
Jakarta - Ada kemajuan dalam kondisi Perdana Menteri (PM) Israel Ariel Sharon. Tim dokter yang merawat pemimpin bangsa Yahudi itu mengumumkan, jiwa Sharon tidak lagi dalam bahaya.Meski kondisinya masih serius, namun tanda-tanda aktivitas dalam otak Sharon menunjukkan peningkatan. Demikian disampaikan ahli anestesi Sharon, Yoram Weis, seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (11/1/2006)."Menurut saya dibandingkan hari-hari terakhir.... ada perubahan signifikan dalam kondisi perdana menteri. Namun kita masih perlu waktu, kita harus bersabar," ujar Weiss.Sharon saat ini masih tetap dirawat di ruang ICU di Rumah Sakit Hadassah di Yerusalem. Menurut Weiss, butuh waktu beberapa hari lagi sebelum Sharon benar-benar terbebas dari pengaruh obat bius.Sebelumnya, Shlomo Mor Yosef, direktur RS Hadassah mengatakan bahwa Sharon telah menggerakkan tangan kirinya untuk pertama kali dan bisa menggerakkan lengan kanannya melebihi tes stimulus awal pada Senin (9/1/2006) lalu. "Ini perubahan-perubahan syaraf yang menunjukkan sedikit kemajuan dalam fungsi otak Perdana Menteri Ariel Sharon," kata Yosef.Sharon mengalami serangan stroke berat pada 4 Januari lalu dan menjalani tiga kali operasi untuk membendung pendarahan di otaknya. Sebelumnya, sejumlah dokter mengatakan bahwa butuh keajaiban bagi pria berusia 77 tahun itu untuk bisa sembuh seperti sediakala.
(ita/)











































