Round-Up

Kecaman Keras Indonesia di Kasus Pembakaran Al-Qur'an

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 05:19 WIB
Demo Rusuh di Norwegia Usai Wanita Robek Al-Quran
Demo rusuh di Norwegia usai seorang wanita menista Al-Qur'an. (Foto: 20detik)
Jakarta -

Demonstasi anti-Islam di Swedia dan Norwegia yang berujung pelecehan terhadap Al-Qur'an banjir kecaman dari berbagai pihak, salah satunya pemerintah Indonesia. Aksi pelecehan Al-Qur'an dinilai tindakan provokatif dan melukai umat muslim dunia.

Sebelum pemerintah memberikan pernyataan, organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia mengecam aksi pembakaran dan peludahan terhadap Al-Qur'an di Swedia. Di samping itu, pemerintah Indonesia mengecam publikasi kembali karikatur Nabi Muhammad oleh tabloid Charlie Hebdo.

"Beberapa rangkaian tindakan atau aksi pembakaran dan perusakan Al-Qur'an di Swedia dan Denmark serta publikasi kembali kartun Nabi Muhammad oleh tabloid Charlie Hebdo. Indonesia mengecam keras semua tindakan ini," ujar Menlu Retno Marsudi dalam video konferensi yang diterima, Jumat (4/9/2020).

Retno mengatakan tindakan ini berpotensi menyebabkan perpecahan antar-umat beragama di dunia. Aksi pelecehan kitab suci ini juga dinilai bertentangan dengan nilai demokrasi.

Menlu Retno Marsudi.Menlu Retno Marsudi. (Foto: Rahel Narda Chaterine/detikcom)

"Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, provokatif, dan telah melukai ratusan juta umat Muslim di dunia," ucapnya.

Terlebih, Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Retno mengatakan, pembakaran dan peludahan Al-Qur'an berpotensi menyebabkan perpecahan antar-umat beragama.

"Semua tindakan ini bertentangan dengan prinsip dan nilai demokrasi dan berpotensi menyebabkan perpecahan antar umat beragama di tengah dunia memerlukan persatuan untuk menanggulangi pandemi covid-19," ujar Retno.

Selanjutnya
Halaman
1 2