Kemenag Susun Protokol Kesehatan Umroh, Kapan Bisa Diterapkan?

Rosmha Widiyani - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 15:50 WIB
Arab Saudi yang menutup sementara perjalanan umroh untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Berikut foto-foto suasana terkininya.
Foto: AP Photo/Kemenag Susun Protokol Kesehatan Umroh, Kapan Bisa Diterapkan?
Jakarta -

Kementerian Agama atau Kemenag saat ini sedang menyusun protokol kesehatan umroh 1442 H/2020 untuk mencegah penyebaran COVID-19. Penyusunan protokol bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Satuan Tugas (Satgas) COVID-19.

"Selaku regulator penyelenggaraan umroh, kita berkoordinasi dengan Kemenkes dan Satgas meminta masukan terkait penerapan protokol kesehatan standar COVID-19 bagi jemaah yang akan berangkat serta pulang," kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (4/9/2020).

Menurut Arfi, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pertemuan untuk melakukan pembahasan yang lebih intensif. Jika protokolnya sudah ada, pemerintah akan mempercepat penerbitannya sehingga bisa menjadi rujukan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Sayangnya hingga kini belum ada keterangan kapan ibadah umroh bisa kembali dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19. Menurut Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali, pembukaan kembali umroh masih menunggu izin untuk penerbangan dan ketentuan protokol kesehatan.

"Pembukaan kembali penyelenggaraan ibadah umrah diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat," kata Endang yang mendampingi Konjen RI Eko Hartono bertemu Deputi Umrah Kementerian Haji dan Umrah Abdul Aziz Wazzan di Jeddah.

Endang mengatakan, protokol kesehatan umroh masih akan dibahas dan dikoordinasikan dengan seluruh instansi terkait. Salah satunya Otoritas Penerbangan Sipil GACA yang berperan dalam regulasi penerbangan.

Pemerintah Arab Saudi juga akan membahas aturan penerbangan di Indonesia untuk menentukan kebijakan dibukanya kembali umroh. Hingga saat ini kesempatan melakukan umroh masih terbuka untuk seluruh muslim tanpa pembatasan kuota atau kriteria tertentu.

"Terkait kebijakan batasan usia bagi jemaah umroh masih menunggu ketentuan protokol kesehatan dari Kemenkes," kata Endang.

Selain pembukaan kembali umroh, pertemuan juga membahas teknis penyelenggaraan ibadah untuk seluruh umat Islam tersebut. Salah satunya proses visa yang dilakukan dengan mekanisme yang sama seperti tahun 2019.

Lihat juga video '7 dari 29 PDP Kluster Umroh di Sidrap Positif COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(row/erd)