Gugur Akibat Corona, Dokter di Aceh Diusulkan Jadi Nama Laboratorium Unsyiah

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 15:18 WIB
Wapres Jusuf Kalla meresmikan sejumlah gedung untuk tiga fakultas di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh.
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh. (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh -

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh menggagas nama dr Imai Indra yang wafat karena terpapar virus Corona menjadi nama Gedung Laboratorium (Lab) Infeksi Unsyiah. Laboratorium tersebut selama ini dipakai untuk memeriksa sampel swab COVID-19.

"Gagasan ini sudah kita bicarakan di internal Unsyiah dan mendapat respons positif," kata Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).

Menurut Samsul, penabalan nama tersebut merupakan salah satu cara Unsyiah menghargai dedikasi dan sumbangsih dr Imai terhadap dunia pendidikan dan kesehatan. Dokter Imai juga merupakan salah satu dosen di Fakultas Kedokteran Unsyiah.

"Ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi generasi ke depan, bahwa ada salah satu putra terbaik Unsyiah yang menjadi korban dari pandemi COVID-19," ujar Samsul.

Untuk menabalkan nama dr Imai menjadi nama gedung, Unsyiah bakal membahas hal tersebut dengan Senat Komisi A. Rapat rencananya digelar pekan depan.

"Keputusan akhir tetap harus didiskusikan dan dimatangkan dalam rapat Senat Komisi A, yang insyaallah dilaksanakan pada Jumat, 10 September 2020," jelas Samsul.

Samsul menyebut penabalan nama di gedung telah menjadi tradisi bagi Unsyiah. Ada beberapa nama yang sudah dipakai seperti Prof. A. Majid Ibrahim diabadikan sebagai nama Gelanggang Mahasiswa dan nama Prof Abdullah Ali ditabalkan sebagai nama UPT Perpustakaan.

"Selain itu, nama Prof Dr Dayan Dawood, MA, diabadikan untuk nama Gedung Pusat Aktivitas Akademik (Academic Activities Center), Stadion Mini dengan nama Prof Dr M Ali Basyah Amin, MA, dan Gedung Pascasarjana dengan nama Prof Dr Ibrahim Hasan, MBA," kata Samsul.

Sebelumnya, dr Imai wafat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh akibat terpapar virus Corona. Dia wafat pada Rabu (2/9) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

(agse/mae)