KPU Diskualifikasi Berkarya dari Pengusung None-Zunnun di Pilwalkot Makassar

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 13:17 WIB
None-Zunun daftar ke KPU Makassar (Hermawan-detikcom).
None-Zunnun daftar ke KPU Makassar (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Pasangan bakal calon wali kota-wakil wali kota Makassar 2020, Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun (None-Zunnun), menjadi pasangan kedua yang mendaftar ke KPU Makassar. Namun salah satu parpol pengusung, yakni Partai Berkarya, dicoret KPU dari partai pengusung karena ada konflik internal.

Pasangan None-Zunnun didampingi Wakil Ketua DPP Golkar Nurdin Halid, Ketua DPW PAN Ashabul Kahfi, Ketua DPC PAN Makassar Hamzah Hamid, Ketua DPC PKS Makassar Anwar Faruq tiba di di Kantor KPU Makassar, Jalan Perumnas Antang Raya, Manggala, Makassar, Jumat (4/9/2020).

Setelah menjalani pemeriksaan protokol kesehatan yang cukup ketat, None-Zunnun langsung masuk ke Kantor KPU untuk menyerahkan berkas pendaftaran.

Pasangan ini diusung Golkar, PAN, PKS, dan Berkarya. Namun dicoretnya Berkarya dari parpol mengusung membuat pasangan tersebut kehilangan 1 kursi.

"Secara aturan, 20 persen dari jumlah kursi perolehan kami sudah terpenuhi, jumlah kursi yang mendaftarkan di luar yang sedang diproses itu adalah 15, sementara syarat krusial adalah 10," kata None usai pendaftaran di KPU.

None menegaskan pihaknya tetap sudah memenuhi syarat pencalonan wali kota makassar.

"Mungkin proses teknis saja yang akhirnya persepsi itu secara teknis tidak terlaksanakan. Namun secara aturan 20 persen dari jumlah kursi perolehan kami sudah terpenuhi, jumlah kursi yang mendaftarkan di luar yang sedang diproses itu adalah 15, sementara syarat krusial adalah 10," tuturnya.

Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar, menyebut pihaknya mendiskualifikasi Berkarya sesuai aturan PKPU, di mana setiap calon yang diusung parpol ada SK kepengurusan yang didapatkan KPU dari Kemenkum HAM.

"Karena memang prosedurnya adalah KPU RI bersurat ke Kemenkun HAM untuk meminta kepengurusan DPP. Yang dipakai adalah SK yang paling terakhir," jelasnya.

"Sehingga Partai Berkarya tidak bisa kami masukkan sebagai salah satu partai pengusung. Hanya saja, dengan 3 partai tadi selain Partai Berkarya, persyaratan pencalonan untuk bakal pasangan calon Irman Yasin Limpo itu sudah memenuhi syarat," lanjutnya.

(nvl/zap)