Kisah Karier Abdul Gafur: Dari Aktivis ke Menpora Orde Baru

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 10:52 WIB
Mantan Menpora ABdul Gafur
Foto Ilustrasi Menpora Abdul Gafur (Nadia Permatasari W)
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) di era Orde Baru Abdul Gafur wafat pada hari ini di RSPAD Gatot Soebroto. Sebelum menjabat Menpora, ia dikenal sebagai aktivis era Orde Lama.

Abdul Gafur lahir di Patani-Halmahera, Maluku Utara, 20 Juni 1939. Dia dikenal sebagai salah satu aktivis mahasiswa angkatan '66.

Bersama Cosmas Batubara, Sofyan Wanandi, Marie Muhammad, David Napitupulu, Akbar Tandjung, Fahmi Idris, dan lain-lain, dia adalah tokoh mahasiswa yang berada di garda depan dalam menggulingkan rezim Orde Lama. Pada 10 Januari 1966, mereka bersama ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air menyerukan 'Tritura' atau Tiga Tuntutan Rakyat. Ketiga tuntutan dimaksud adalah 'Bubarkan PKI, Turunkan harga, dan Bubarkan Kabinet Dwikora (100 menteri)'.

Kisahnya itu tercatat dalam buku otobiografi bertajuk 'Abdul Gafur, Zamrud Halmahera' di Balai Kartini. Buku setebal lebih dari 700 halaman itu diterbitkan Pustaka Sinar Harapan.

"Ketika masih di HIS (setingkat Sekolah Dasar) saya pertama kali melihat Bung Karno menggelorakan motivasi dan mimpi-mimpi untuk berjuang demi republik. Eh, saat mahasiswa saya bersama kawan-kawan menjadi kurang respek karena beliau menolak untuk bubarkan PKI," tutur Gafur kepada detikcom, 10 Januari 2019.

Di salah satu bab bukunya, Gafur antara lain memaparkan perjalanan hidupnya yang melewati enam zaman, yakni era penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang, Demokrasi Liberal (remaja di Ternate), Demokrasi Terpimpin (Orde Lama), Demokrasi Pancasila (Orde Baru), dan Reformasi.

Di masa Orde Baru, di usia 38 tahun, dia dilantik Presiden Soeharto menjadi Menteri Muda Urusan Pemuda, 1978-1983. Lima tahun berselang, dia tetap duduk di kabinet dengan jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga atau disingkat Menpora. "Itu sebutan Menpora saya yang ciptakan dan terpakai sampai sekarang," ujarnya.

Ada hal menarik di balik penunjukan sebagai menteri di periode pertama. Karena pangkatnya kala itu masih Mayor (dokter Gafur menjadi Perwira Kesehatan di Angkatan Udara), Menhankam/Pangab Jenderal M. Panggabean rupanya keberatan Gafur ditunjuk menjadi menteri karena akan merepotkan para pejabat di daerah. "Bila berkunjung ke daerah dan ada pimpinan militernya kan berpangkat Brigjen, masak harus memberi hormat kepada Mayor," begitu Gafur mengungkap soal keberatan Panggabean.

Tonton video '100 Dokter Indonesia Telah Gugur Akibat Corona':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2