Komnas Perempuan Kecam Aksi Warga Arak Wanita Setengah Bugil di Sumbar

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 10:07 WIB
Screenshot viral wanita diarak setengah bugil di Sumbar (dok. Istimewa)
Foto: Screenshot viral wanita diarak setengah bugil di Sumbar (dok. Istimewa)
Jakarta -

Komnas Perempuan mengecam tindakan warga yang mengarak wanita dalam kondisi setengah bugil di Sumatera Barat (Sumbar). Komnas Perempuan tak setuju tindakan main hakim sendiri yang dilakukan warga tersebut.

"Tentu kami prihatin atas perbuatan main hakim sendiri dengan cara mengarak setengah telanjang pada perempuan yang diduga melakukan hubungan seksual di luar perkawinan ini," kata Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah, kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).

Dia menilai tindakan tersebut melanggar hak atas harga diri wanita tersebut. Aminah mengatakan warga semestinya memperlakukan pasangan tersebut tanpa melanggar hukum.

"Seharusnya masyarakat memperlakukan pasangan itu dengan perbuatan yang tidak melanggar hukum dan menyerahkan pelaku ke aparat kepolisian, bukan malah bertindak sendiri atau main hakim sendiri," ujarnya.

Dalam peristiwa tersebut, menurutnya, ada dua dugaan pelanggaran hukum. Selain tindakan persekusi berupa mengarak wanita dalam kondisi setengah bugil, tindakan merekam dan menyebarkan video juga berpotensi dipidana.

"Untuk warga yang mengarak dapat dilihat sebagai bentuk pelanggaran terhadap tindak pidana kesusilaan di muka umum sebagaimana diatur dalam Pasal 281 ayat 2 KUHP dan Pasal 10 juncto Pasal 36 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi," ucap dia.

"Sedangkan untuk yang mengunggah dapat dikenakan UU ITE," imbuh Aminah.

Komnas Perempuan mengecam persekusi tersebut, terlebih disaksikan anak-anak. Sebab, tindakan itu bisa mempengaruhi pemahaman anak-anak dalam menyelesaikan masalah.

"Pengarakan yang disaksikan oleh anak-anak ini, tentunya juga berdampak terhadap pemahaman anak-anak tentang bagaimana menyelesaikan masalah yaitu dengan menggunakan kekuatan fisik atau massa, bukan dengan mengedepankan pendekatan-pendekatan yang antikekerasan dan menghormati martabat manusia," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2