Ehud Olmert, Calon Kuat Pengganti Sharon
Rabu, 11 Jan 2006 01:15 WIB
Jakarta - Kondisi Perdana Menteri (PM) Israel Ariel Sharon masih kritis, walaupun mulai merespon rangsangan. Kondisi ini membuat banyak pihak meragukan kalaupun Sharon sembuh, dia tidak dapat melanjutkan tugasnya sebagai PM. Jika hal itu terjadi, maka Kabinet harus menunjuk PM baru dalam 24 jam dari lima menteri Kabinet Kadima. Nama yang sudah mencuat adalah Menteri Keuangan Ehud Olmert yang kini menjadi penanggung jawab sementara (Pjs) PM Israel.Terlahir dalam keluarga sayap kanan pada tahun 1945, Olmert terjun ke dunia politik tahun 1977 sebagai anggota parlemen Partai Likud. Olmert sempat menjadi Walikota Jerusalem pada tahun 1993. Saat itu, dia sangat mendukung pembangunan pemukiman Yahudi dan penghancuran pemukiman warga Palestina."Dia melanjutkan pencaplokan, penutupan institusi milik Palestina, dan tidak menyediakan pelayanan publik untuk mereka," kenang mantan anggota legislatif Palestina Hanan Ashrawi, seperti dilansir BBC News, Selasa (10/1/2006).Pemikiran radikalnya mulai berubah saat menjadi anggota kunci pemerintahan Sharon. Demi mempertahankan karakter demokrasi Yahudi, dia mengusulkan merelakan Gaza dan Tepi Barat untuk Palestina. Realisasinya, pemukiman Yahudi mulai dipindahkan dari Jalur Gaza, sementara pemerintah Israel terus membangun tembok pembatas di Tepi Barat. Politisi yang memiliki koneksi bagus dengan Washington ini ditunjuk sebagai Pjs PM Israel sejak 5 Januari. Ujian pertamanya adalah pemilu 28 Maret mendatang yang harus dia menangkan untuk melanggengkan posisinya. Olmert kini menjadi menjadi tokoh kunci dalam sejarah negaranya.
(ahm/)











































