Korban Bom Palu yang Dirawat di Makassar Meninggal

Korban Bom Palu yang Dirawat di Makassar Meninggal

- detikNews
Selasa, 10 Jan 2006 22:07 WIB
Makassar - Billa Dama (60), seorang korban Bom Palu yang dirawat di RSU Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya meninggal dunia. Billa meninggal setelah dirawat selama lima hari di Unit Gawat Darurat (UGD).Billa, warga Desa Tobolobia, Palu Sulteng adalah satu dari enam korban Bom Palu yang menjalani perawatan intensif di RSU. Billa meninggal pukul 23.15 WITA, Senin (9/1/2006) malam saat menjalani cuci darah di ruang UGD.Selasa (10/01/2006), pukul 16.00 WITA, jenazah Billa langsung diterbangkan ke Palu untuk dikembalikan kepada keluarganya."Billa sempat mejalani cuci darah selama satu setengah jam. Tiba-tiba tekanan darahnya turun hingga 60 millimeter Hg. Sehingga kita hentikan proses cuci darahnya. Beberapa saat kemudian meninggal dunia," kata dokter yang menangani pasien bom Palu, Khalid Saleh. Khalid menjelaskan, Billa telah mengidap penyakit ginjal yang menahun. Kondisi ginjalnya sudah kronik dan sulit disembuhkan. Hal itulah yang menyebabkan pihaknya kesulitan mengeluarkan serpihan-serpihan besi bom yang masih melekat dalam tubuh dan daging kakinya.Awalnya, Billa akan dioperasi untuk diberikan alat kateter untuk menyambungkan tulang kaki kanannya yang patah akibat efek ledakan yang ditimbulkan dalam insiden pengeboman di Pasar Maesa. Billa sendiri sudah menjalani cuci darah sebanyak dua kali, sejak menjadi korban ledakan Bom Palu, 31 Desember lalu. Pada proses pertama, tidak memberikan efek yang bagus untuk kondisi korban. Maka pencucian darah kedua pun dilakukan. Sayangnya, kondisi Billa sudah melemah dan tidak dapat tertolong lagi. "Bapak sudah isyaratkan untuk pergi dan minta saya ikhlas," kata anak Billa Dama, Jalia, ketika ditemui di RSU. Bahkan, Billa sempat minta buku kepada anaknya itu. "Dalam buku itu, dia menulis surat untuk ibu saya, namun belum tuntas," tambah Jalia sembari memperlihatkan coretan surat dalam lembaran buku miliknya. Surat itu ditujukan kepada istri Billa Dama, Yonepia, sebagai bentuk kerinduaannya. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads