RS Makin Penuh, Satgas: Pasien Ringan-Sedang Pindahkan ke Karantina Terpusat

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 16:49 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Prof Wiku (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satuan Tugas COVID-19 mendapatkan informasi dari Kementerian Kesehatan terkait kondisi rumah sakit yang saat ini semakin penuh. Satgas pun meminta agar pasien Corona dengan gejala ringan hingga sedang dipindahkan dari rumah sakit ke karantina terpusat di setiap daerah.

"Kami ingin sampaikan tentang kondisi dari perkembangan terkini terkait kecukupan tempat tidur ruang isolasi maupun ICU. Secara nasional, data dari Kemenkes menunjukkan adanya peningkatan keterpakaian tempat tidur isolasi di bulan Agustus dan September dibanding Juli," kata juru bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9/2020).

Berdasarkan grafik kapasitas tempat tidur isolasi yang ditunjukkan Satgas COVID-19, terlihat memang ada peningkatan jumlah pasien rawat inap rumah sakit dari bulan Juli sebanyak 17.821 meningkat pada hari ini hingga total 19.457. Kemudian Wiku juga memaparkan persentase keterpakaian tempat tidur yang paling tinggi ada di Provinsi Bali dan mengikuti setelahnya adalah DKI Jakarta.

"Persentase keterpakaian tempat tidur yang paling tinggi sampai saat ini ada di Provinsi Bali, DKI Jakarta, Kaltim, dan Jawa Tengah," ucapnya.

Kemudian Wiku menyampaikan terkait persentase keterpakaian ICU dengan pasien yang dirawat yang paling banyak, yakni DKI Jakarta. Lalu mengikuti setelahnya NTB, Papua, dan Kalimantan Selatan.

"Sedangkan persentase keterpakaian ICU dengan pasien yang dirawat per provinsi paling banyak ada di Provinsi DKI Jakarta, NTB, Papua, dan Kalimantan Selatan," ujarnya.

Wiku pun meminta agar rumah sakit di setiap provinsi tidak sampai melebih 60 persen kapasitas. Menurutnya, pihak rumah sakit bisa merujuk pasien dengan gejala ringan hingga sedang ke lokasi karantina demi menghindari rumah sakit melebihi kapasitas.

"Khususnya tempat tidur isolasi dan ICU dengan cara lakukan redistribusi dari pasien pasiennya agar seluruh RS rujukan di wilayah tersebut tidak melebihi 60 persen. Kasus ringan dan sedang dapat dipindahkan ke karantina terpusat seperti di Wisma Atlet untuk DKI Jakarta," ungkap Wiku.

(maa/imk)