1.674 Pengungsi Banjir Gresik, 3 Hari Tanpa Bantuan Logistik
Selasa, 10 Jan 2006 12:45 WIB
Gresik - Sejak Sabtu malam 7 Januari, empat dusun di Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamaian, Kabupaten Gresik terendam banjir hingga ketinggian 2,5 meter. Warga pun menahan lapar karena 3 hari tanpa bantuan logistik.Akibat luapan anak sungai Kali Lamong, 354 rumah terendam dan memaksa 1.674 penduduk atau 467 KK mengungsi.Banjir juga merusak 220 hektar areal pertanian yang ditanami padi dan palawija siap panen. Kawasan yang berada 25 km sebelah selatan Gresik ini adalah daerah langganan banjir selama 20 tahun karena bentuk daratannya yang cekung.Dalam penuturan seorang pengungsi, Zahri (35) mengatakan, setiap kali banjir diperlukan waktu 3 sampai 4 bulan untuk menunggu air surut. "Pengalaman sebelumnya, 3 bulan baru surut, jadi warga sudah terbiasa dengan banjir ini," tuturnya kepada detikcom, Selasa (10/1/2006).Zahri mengaku selama tiga hari mengungsi di atas tanggul sungai Kali Lamong, tidak pernah ada bantuan logistik dari Pemda Gresik. "Kita masak sendiri, bangun tenda sendiri," ujarnya.Meski hari ini merupakan peringatan Idul Adha, dan tentu saja banyak yang mendapat jatah hewan kurban, tapi suasana itu tidak terjadi di lokasi banjir Gresik ini. Warga masih menahan perihnya perut yang lapar. Mereka hanya diganjal makanan seadanya.
(fay/)











































