Leste Kooperatif Soal Penembakan 3 WNI, Dubes RI Tidak Ditarik

Leste Kooperatif Soal Penembakan 3 WNI, Dubes RI Tidak Ditarik

- detikNews
Selasa, 10 Jan 2006 12:19 WIB
Jakarta - Pemerintah Timor Leste dinilai cukup kooperatif dalam menuntaskan kasus penembakan 3 WNI oleh polisi Timor Leste di perbatasan pada saat memancing. Untuk itu Dubes RI untuk Timor Leste tidak perlu ditarik."Kita tidak melihat ada reaksi yang sebaliknya. Mereka tampaknya menyadari ada penggunaan kekerasan dan ada kesediaan mereka untuk menyelidiki kasus ini secara bersama-sama," kata Menlu Hassan Wirajuda usai salat Idul Adha diMasjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/1/2006).Deplu, lanjut dia, juga tidak berniat menarik Duta Besar RI untuk Timor Leste, karena sikap kooperatif dari pemerintahan Xanana Gusmao itu."Kita tidak berpikir sejauh itu untuk menarik Duta Besar kita, karena kesediaan mereka untuk menyelesaikan ini bersama sama, juga mereka bersedia mengembalikan ketiga jenazah," jelas Hassan.Jenazah Jose Mausorte, Candido Mariano, dan Stanis Maubere diotopsi terlebih dulu di Rumah Sakit Dili. Ketiganya kemudian diberangkatkan ke Motaain, pintu perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa ini sekitar pukul 08.00 Wita, dan diperkirakan tiba di Motaain sekitar pukul 10.00 Wita."Kita sudah minta jenazah segera dikembalikan. Rencananya kemarin, namun karena satu dan dua hal, kemarin tidak dapat dikembalikan dan rencananya hari ini," terang Hassan.Ke depannya, Deplu akan mengupayakan adanya prosedur yang jelas dan mudah bagi warga Indonesia maupun Timor Leste yang akan menyeberang melintasi perbatasan."Ada keperluan untuk mengatur lalu lintas warga Timor Leste, juga warga NTT yang ada di perbatasan untuk lebih mudah menyeberang tanpa ada kecurigaan," imbuhnya.Ditanya soal Tim Investigasi bersama kedua negara untuk menyelesaikan kasus ini, Hassan akan mengupayakan agar secepatnya tim tersebut bisa bekerja."Kita upayakan secepatnya, karena saat ini fakta-fakta di lapangan masih mudah diperoleh, termasuk saksi-saksi dari kedua pihak," kata Hassan. (sss/)


Berita Terkait