MPR Optimis dengan Pengembangan Uji Klinis Vaksin COVID-19 di RI

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 11:46 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid optimis soal pengembangan vaksin COVID-19 di Indonesia. Sebab menurutnya, hanya penemuan vaksin itulah yang dapat menggeliatkan kembali ekonomi hingga hidup normal.

"Apa yang mereka lakukan harus kita dukung. Mereka bekerja untuk menyelamatkan umat manusia," ujar Jazilul dalam keterangannya, Kamis (3/9/2020).

"Pemerintah Indonesia disebut telah melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan di atas, bahkan ada vaksin yang tengah dikembangkan oleh anak bangsa sendiri," imbuhnya.

Jazilul bilang selama ini upaya untuk mencegah penularan COVID-19 seperti melalui lockdown maupun PSBB telah dilakukan oleh seluruh negara termasuk Indonesia.

"Dengan penerapan protokol kesehatan mampu mencegah penularan COVID-19, namun bila sudah ditemukan vaksin maka kita akan mampu mengendalikan COVID-19," papar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Ia berharap vaksinasi segera bisa dilakukan, apalagi ada target pada bulan Januari dan Februari 2021 program vaksinasi direncanakan akan dilakukan kepada masyarakat.

Hal itu, kata Jazilul, agar perekonomian di Indonesia kembali pulih, bahkan bangkit pada tahun 2021. Sebab pandemi COVID-19 yang melanda dunia dan Indonesia membuat banyak negara mengalami resesi. Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi anjlok hingga minus 5,32 persen akibat pandemi.

"Hal demikian menambah pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan sosial semakin lebar," ujarnya.

Jazilul mengatakan Pemerintah Indonesia telah melakukan testing kepada 2 juta orang untuk menunjukkan bangsa ini lebih masif dalam pencegahan dibanding dengan negara lain. Tingkat penyembuhan pun mencapai 70 persen, sedangkan penyembuhan rata-rata dunia berkisar 68 persen.

Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu optimis terhadap perkembangan perekonomian bangsa bila uji klinis tahap ketiga dari vaksin yang dikembangkan berhasil.

"Bila vaksin telah ditemukan ekonomi kita akan kembali bangkit," ujarnya.

Geliat perekonomian di Indonesia menurutnya banyak terjadi di berbagai sektor. Salah satu sektor itu adalah dunia pariwisata. Sebab diakuinya Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang potensial yang selalu ramai dikunjungi masyarakat.

Ia mengatakan sebelum ada pandemi, sektor pariwisata di Indonesia mampu memberi pemasukan dan pendapatan tidak hanya kepada pemerintah pusat, namun juga pada pemerintah daerah dan para pelaku usaha di bidang ini.

"Masyarakat di kawasan tempat wisata pun juga mendapat rezeki dari sektor pariwisata. Selama pandemi semua terpukul. Mereka, sektor dunia pariwisata, bisa kembali pulih dan bangkit setelah vaksin ditemukan," ujarnya.

"Bila vaksin telah ditemukan, maka hotel, transportasi, pelaku usaha di bidang pariwisata, pedagangan, dan masyarakat yang ada di kawasan tempat wisata, akan kembali menggeliat dan hidup sejahtera," imbuhnya.

Menurut alumni PMII tersebut, tempat-tempat wisata yang ada harus terus dikembangkan agar wisatawan dalam negeri dan luar negeri mau datang.

"Beberapa negara yang tempat wisatanya bagus juga sudah membuka diri," ujarnya.

Dirinya mendorong agar promosi dan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata terusdigenjot dan dikembangkan. Sebagai negara yang memiliki ribuan tempat yang mempesona dan indah, apa yang dimiliki itu dikatakan mempunyai potensi perekonomian yang tinggi.

"Untuk itu mari kita kelola keindahan alam yang ada agar bermanfaat dan memberi kesejahteraan bagi semua," ucapnya.

Namun, Jazilul mengingatkan semua hal itu dikatakan kembali berpulang pada perkembangan penemuan vaksin. Untuk itulah dirinya terus mendorong dan berharap agar uji klinis tahap ketiga dari vaksin yang telah dilakukan di Bandung, Jawa Barat, dan di kota-kota di dunia lainnya berhasil sukses.

"Setelah itu kita kembali hidup pada masa yang benar-benar normal," harap pria yang juga menjadi Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu.

(akn/ega)