Berkat Deretan Teknologi Ini, UTBK Online Bisa Direalisasikan

Reyhan Diandri - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 09:09 WIB
belajar online
Foto: shutterstock
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan yang signifikan terhadap pendidikan di Tanah Air. Dengan penerapan physical distancing dan kegiatan belajar dari rumah, tentu peranan teknologi bagi dunia pendidikan sangatlah besar. Terkait perkembangan teknologi pendidikan Indonesia, sejumlah teknologi telah bermunculan membawa wajah baru dalam sistem pendidikan.

Belajar Online Lewat YouTube
Dikutip dari keterangan Plt Pusdatin Kemendikbud Muhammad Hasan Chabibie pada 26 Juli 2020, survei yang dilakukan oleh Kemendikbud memperlihatkan bahwa hampir separuh siswa-siswi SMP hingga SMK di Indonesia sudah memanfaatkan aplikasi digital untuk belajar.

Adapun dilansir dari data Badan Pusat Statisik terkait jumlah peserta didik menunjukkan pada tahun ajaran 2018/2019 terdapat sekitar 9,9 juta pelajar SMP, 4,8 juta pelajar SMA,dan 5 juta pelajar SMK di Indonesia. Melalui penggunaan aplikasi berbasis video yaitu YouTube, para pelajar menjadikan metode baru ini sebagai cara belajar baru dan aktivitas yang tidak dapat terpisahkan.

Mengirim Tugas via WhatsApp
Teknologi pengiriman pesan secara online melalui e-mail dan pesan singkat seperti WhatsApp juga sudah menjadi rutinitas saat ini. Keduanya bisa menjadi tempat di dunia digital untuk mengirimkan tugas menggantikan metode tatap muka yang saat ini masih belum efektif dilakukan.

Diskusi Pelajaran Melalui Zoom & Google Meet
Teknologi video call juga bisa mempermudah guru dan murid untuk tetap mengawasi anak-anak dalam kegiatan belajar, misalnya melalui aplikasi Google Meet atau Zoom. Diskusi secara online juga bisa dilakukan dan tentunya bisa melibatkan seluruh anak yang dipantau dari layar komputer.

Pemanfaatan Komputer untuk Ujian
Penggunaan komputer sebagai salah satu teknologi pendidikan mempunyai kelebihan dan keunggulan tersendiri, baik dalam hal pembelajaran maupun pelaksanaan ujian. Dilansir dari buku yang ditulis oleh Benny A. Pribadi, dijelaskan bahwa penggunaan komputer bisa meningkatkan hasil belajar dan efisiensi waktu belajar dengan biaya relatif lebih kecil. Teknologi komputer bisa mengurangi biaya dalam pelaksanaan ujian dan juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus dikerahkan.

Adopsi teknologi di dunia edukasi yang begitu cepat, juga mengubah paradigma dan sistem 'lama' sehingga mempunyai beragam manfaat lebih bagi masyarakat. Contohnya saja pengubahan kelas secara online yang tentu menghemat lebih banyak waktu sekaligus lebih aman dari kontak fisik selama pandemi. Kemudian pemberian tugas yang lebih mementingkan unsur kreativitas, juga bisa membawa manfaat tersendiri bagi kemampuan pelajar untuk beradaptasi.

Tidak hanya pengubahan sesi belajar secara offline menjadi online, pelaksaan ujian seperti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) juga sangat mungkin diterapkan dengan efisien dan transparan melalui serapan teknologi-teknologi yang sudah ada tersebut. Misalnya saja seperti pelaksanaan Zenius Grand Try Out (GTO) beberapa waktu lalu, yang telah menunjukkan teknologi baru untuk penerapan metode UTBK bagi generasi pelajar di masa new normal.

Teknologi Zenius GTO memungkinkan ribuan peserta untuk mengikuti ujian try out dari Zenius, dalam waktu yang bersamaan dari berbagai tempat berbeda di Tanah Air. Kemudian, teknologi ini pun bisa membuat pertanyaan berbeda bagi setiap peserta. Hal itu tentu membuat kecurangan peserta atau kebocoran soal dapat dihindari.

Bagi pelajar yang tinggal di area rural 3T (tertinggal, terdepan, terluar) di Indonesia, teknologi ini akan mempermudah akses ujian tanpa harus pergi ke kota besar selama masih mempunyai sinyal internet. Melalui teknologi Zenius GTO pelaksanaan UTBK juga akan lebih efisien dalam hal budget dan tenaga SDM yang dibutuhkan.

Dengan pemanfaatan teknologi-teknologi yang disebutkan di atas, pelaksanaan UTBK Online tentunya dapat direalisasikan. Teknologi canggih dari Zenius GTO ini pun membawa wajah baru bagi dunia pendidikan Indonesia khususnya pelaksanaan ujian yang lebih efektif, efisien, dan transparan.

(mul/ega)


Debat Capres AS