Cegah Klaster di Pabrik, Polda Metro Bagi 250 Ribu Masker di Kawasan Jababeka

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 19:24 WIB
Polda Metro Jaya bagi 250 ribu masker di kawasan industri Jababeka.
Polda Metro Jaya membagikan 250 ribu masker di Kawasan Industri Jababeka. (Yogi Ernes/detikcom)
Bekasi -

Polda Metro Jaya membagi-bagikan 250 ribu masker kain di Kawasan Industri Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pembagian masker ini merupakan salah satu upaya mencegah kemunculan klaster Corona di kawasan pabrik.

Pembagian masker dilakukan secara simbolis oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Kawasan Industri Jababeka, Rabu (2/9/2020). Irjen Nana memberikan sejumlah pesan.

"Hari ini kami melakukan kegiatan pembagian masker kain sejumlah 250 ribu di daerah industri Jababeka, Kabupaten Bekasi. Lokasi ini dipilih karena belakangan ini tren klaster COVID-19 di perkantoran dan pabrik kembali meningkat," kata Nana dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana membagi-bagikan 250 ribu masker di kawasan Industri Jababeka, Kabupaten Bekasi, Rabu (2/9/2020).Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana membagikan 250 ribu masker di Kawasan Industri Jababeka. (Yogi Ernes/detikcom)

Dia meminta pihak perusahaan di Kawasan Industri Jababeka secara rutin melakukan tes virus Corona kepada seluruh karyawan. Irjen Nana yakin upaya tersebut bisa meminimalkan penularan Corona.

"Pihak pabrik atau industri harus dapat melakukan tes massal dan pembersihan pabrik atau kantor secara rutin untuk meminimalkan penularan COVID-19, khususnya di klaster pabrik atau perkantoran," sebut Nana.

Selain itu, Irjen Nana meminta karyawan disiplin menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Gerakan 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, sebut dia, wajib diterapkan.

Seperti diketahui, sejumlah pabrik menjadi klaster baru penyebaran virus Corona di Indonesia. Adanya klaster tersebut menjadi perhatian khusus Satgas Penanganan COVID-19.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan aktivitas karyawan di pabrik sangat berpotensi besar terjadi penyebaran virus Corona karena kepadatannya. Karena itu, protokol kesehatan yang harus dijalankan secara ketat di pabrik harus menjadi perhatian pengelola, Satgas COVID-19, serta pemda setempat.

"Karena itu, proses pembukaannya harus tetap menjalankan protokol kesehatan, memberikan jarak pada aktivitas industri tersebut. Pengawasan penegakan protokol harus dilakukan dengan ketat, baik oleh pengelola industri maupun pemda setempat," ucap Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9).

(zak/zak)