Ical Bantah 300 Orang Tewas Kelaparan di Yahukimo
Senin, 09 Jan 2006 17:12 WIB
Jakarta - Menko Kesra Aburizal Bakrie sewot berat mendengar kabar tewasnya 300 orang warga Yahukimo, Papua, akibat kelaparan yang dilansir sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing. Ia dengan tegas membantahnya dan minta LSM asing bersangkutan untuk menunjukkan bukti-bukti dari laporannya."Ya...suruh mereka buktikan. Semua orang bisa ngomong kalau tanpa bukti," tukas Ical saat dikonfirmasi tentang hal itu.Pada wartawan yang mencegatnya sebelum sidang kabinet ini di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2006), Ical menyatakan tidak pernah menerima laporan atau mendapati kasus demikian. Padahal tim gabungan Depkes, Depsos dan Deptan berada di kabupaten Yahukimo sejak pertengahan Desember 2005. Selain itu, di sana juga ada tim dari Dewan Gereja yang menggelar bakti sosial. Ia minta wartawan mengkonfirmasi langsung informasi kelaparan yang menewaskan 300 orang itu pada tim yang ada di lapangan."Mereka tahu persis dan punya data detail, tidak ada kelaparan apalagi sampai 300 orang tewas. Saya tidak tahu siapa yang salah, apakah mereka (LSM asing) atau wartawan. Tapi yang jelas kita tahu apa yang harus dilakukan," ujarnya.Lebih lanjut Ical mengatakan, saat ini tim telah elakukan penanaman bibit ubi varietas unggul di 17 titik di pedalaman Yahukimo. Diharapkan keberadaan kebun-kebun ubi itu dapat menjadi solusi krisis pangan di sana."Insya Allah kita bisa panen Mei nanti. Sehingga setelah 4 bulan krisis kita udah selesaikan masalah rawan pangan," jelasnya.
(nrl/)











































