Sakit, Pramoedya Ananta Toer Harus Tidur Setiap 45 Menit

Sakit, Pramoedya Ananta Toer Harus Tidur Setiap 45 Menit

- detikNews
Senin, 09 Jan 2006 17:05 WIB
Jakarta - Salah satu sastrawan besar bangsa ini Pramoedya Ananta Toer tengah sakit. Pram tidak bisa lagi bekerja keras. Ia harus segera tidur setiap 45 menit. Yang mengagumkan, semangat hidup sastrawan itu masih sangat tinggi.Astuti Ananta Toer, putri keempat dari 8 anak Pram, menuturkan sastrawan yang pernah dibuang ke Pulau Buru itu jatuh sakit sejak dua minggu lalu."Gula darahnya tinggi. Otomatis kalau gulanya kambuh, penyakit jantungnya juga kambuh," cerita Titik, panggilan akrab Astuti kepada detikcom, Senin (9/1/2006).Karena sakit itu, Pram sempat sesak nafas dan tak kuat bangun dari tempat tidur. Pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 itu juga tidak doyan makan apa pun. Namun namanya Pram, meski sakit dia tak mau dibawa ke rumah sakit atau pun ke dokter."Dia tak mau menunggu. Kalau ke dokter itu kan harus antre untuk dapat nomor, lalu menunggu diperiksa. Itu bagi Pram penyiksaan. Itu buang waktu saja," kata Titik.Untunglah akhirnya Pram meminta sendiri agar dokter memeriksanya. Ia tak tahan lagi dengan sakitnya karena tak bisa mengerjakan apa-apa. Dokter pun datang ke rumahnya."Sekarang bapak sudah mau makan kentang. Sudah bisa bangun. Kalau setelah bangun ya seger. Tapi setiap 45 menit, ia harus tidur lagi untuk istirahat," jelas putri pengarang novel "Perburuan" ini.Meski sakit, Pram tak mau berdiam diri. Setiap bisa terjaga, bapak delapan anak ini sibuk menyelesaikan klipingnya. Pram punya keinginan menyelesaikan kliping tentang ensiklopedia Indonesia itu sebelum meninggal. "Bapak semangat hidupnya masih sangat tinggi," ujar Titik. Semua anak-anak Pram sudah diberitahu tentang sakitnya sastrawan itu. Kedelapan anak peraih Ramon Magsaysay Award itu tinggal di Jakarta. Setiap akhir pekan mereka berkumpul di rumah pria yang pernah dicalonkan untuk menerima penghargaan nobel itu. (iy/)


Berita Terkait