Harimau Mati dengan Jerat di Leher Dianggap Bukti Perburuan Masih Ada

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 12:49 WIB
Ilustrasi harimau Jawa
Foto Ilustrasi Harimau (Edi Wahyono/detikcom)
Pekanbaru -

Seekor harimau Sumatera dewasa ditemukan mati di hutan Riau. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyebutkan hal tersebut menjadi bukti perburuan liar masih marak.

"Kita mengutuk keras atas aksi perburuan liar yang telah membunuh harimau Sumatera di Riau. Ini membuktikan bahwa di Riau aksi perburuan liar masih marak," kata Direktur Walhi Riau, Riko Kurniawan, kepada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Kondisi harimau yang mati ini ditemukan seling di lehernya. Riko menilai seling tersebut sengaja dipasang untuk menjerat satwa liar di dalam hutan.

"Seling (sejenis kawat) hanya diperuntukkan untuk harimau atau gajah. Kalau jerat biasa jenis benang nilon, biasanya babi atau beruang. Tapi kalau sudah menggunakan seling, maka sasaran perburuannya harimau atau gajah di Riau," kata Riko.

Menurut Riko, perburuan liar yang masih marak harus menjadi perhatian semua pihak. KLHK, dalam hal ini Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, aparat kepolisian dan pihak terkait lainnya diminta turun tangan mengusut tuntas kasus perburuan liar.

"Selama ini soal pengusutan perkara perburuan liar baru sebatas sampai pelaku saja. Jarang diusut sampai ke hulunya. Sebab, perburuan itu ada karena ada pemesannya," kata Riko.

Selain perburuan liar, konflik antara harimau dan manusia disebutnya kerap terjadi. Dia mengatakan warga kerap menganggap harimau sebagai hewan pengganggu.

"Dan biasanya harimau selalu diposisikan sebagai hama. Inilah persoalan serius yang terjadi selama ini," kata Riko.

Sebelumnya, BBKSDA Riau menyebut ada penemuan harimau betina mati membusuk di kawasan hutan produksi. Harimau berusia sekitar 8-9 tahun itu ditemukan mati dengan seling menjerat di lehernya.

Hasil pemeriksaan bangkai ditemukan jerat seling yang melingkar di bagian leher. Jenis kelamin betina, usia dewasa umur 8-9 tahun. Selanjutnya bangkai sudah dilakukan penguburan di lokasi yang aman," kata Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau, Heru Sutmantoro.

(cha/haf)