Cegah 6 Ha Hutan Dibabat, Masyarakat dan Aktifis Beraksi

Cegah 6 Ha Hutan Dibabat, Masyarakat dan Aktifis Beraksi

- detikNews
Senin, 09 Jan 2006 17:13 WIB
Cegah 6 Ha Hutan Dibabat, Masyarakat dan Aktifis Beraksi
Den Haag - Demi 6 Ha hutan, perlawanan diberikan maksimal. Mereka membuat gubuk di pohon-pohon dan tinggal di sana, agar pohon tidak ditebang.Ini terjadi di Schinveld, provinsi Limburg, Belanda. Masyarakat dan aktifis lingkungan Groenfront (Fron Hijau), ber-rambate rata hayo untuk menyelamatkan 6 Hektar (Hekto Are/Ha) hutan di dekat tempat tinggal mereka.Hutan tersebut rencananya hari ini (9/1/2006) akan dibabat pemerintah untuk menjamin keselamatan terbang-mendarat pesawat Airborne Warning and Control System/AWACS (Sistem Pengendalian dan Peringatan Lintas Udara). Luas hutan yang mau dibabat itu 6 Ha, tapi masyarakat Belanda di bagian selatan sana tidak rela lingkungan yang hijau dan nyaman itu berubah menjadi gundul. Sejumlah 500 warga bersama Groenfront Minggu kemarin memasuki hutan itu, meskipun ada larangan dari pemerintah. Anggota Groenfront lainnya sudah masuk ke kawasan terancam itu sebulan sebelumnya. Mereka menggali terowongan-terowongan di sekitar hutan, untuk jebakan bagi alat-alat berat agar sulit masuk. Sementara lainnya membuat gubuk-gubuk di pohon dan tinggal di sana, agar pohon-pohon itu tidak ditebang.Sekadar tahu, suhu musim dingin di Belanda pada siang hari saat ini berkisar 3 hingga 5 derajat Celcius, sedangkan malam hari tadi mencapai minus 3 derajat Celcius atau 3 derajat di bawah titik beku. Groenfront menyeru agar demonstran bertahan selama mungkin. Untuk menyambung hidup, mereka mendapat pasokan makanan dan minuman dari warga sekitarnya dengan cara diselundupkan. Pasalnya, daerah sekitar hutan sudah diisolir oleh polisi. Perhitungannya, jika demonstran kelaparan dan kedinginan, maka perlawanan akan bisa dipatahkan."Warga terpaksa menyelundupkan makanan melalui rute yang berat, antara lain menembus rawa-rawa. Sangat berat untuk memikul ketel dan panci dengan kondisi seperti itu," kata T. Laeven dari kesatuan aksi, seperti dikutip media Belanda.Laeven menilai bahwa dengan mengisolasi demonstran agar kelaparan dan kehausan, pemerintah telah melanggar Traktat HAM Eropa. "Terlebih lagi karena demonstran menjadi kedinginan, yang dapat mengancam nyawa mereka," demikian Laeven.Keterangan Foto: Papan tapal batas Schinveld, Gemeente (Kotapraja) Onderbanken, provinsi Limburg. (Sumber: dok es) (es/)


Berita Terkait