Remaja di Jakbar Tawuran Biar Viral, Komnas PA: Modus Baru Kekerasan Fisik

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 05:18 WIB
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait di Jakarta, Sabtu (7/45/2016).
Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polisi menyebut sejumlah remaja di Palmerah, Jakarta Barat, sengaja tawuran agar viral di media sosial. Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebut hal tersebut sebagai modus baru kekerasan fisik.

"Fenomena tawuran untuk menjadi viral adalah modus baru dari bentuk kekerasan fisik untuk mendapat perhatian publik," ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait lewat pesan singkat kepada detikcom, Selasa (1/9/2020).

Menurutnya, para orang tua mesti turun tangan mengatasi persoalan ini. Ia menyebut orang tua sebagai pilar utama agar modus bar dari kekerasan ini tak meluas. Peran tokoh agama juga dibutuhkan.

"Bagi Komnas Perlindungan Anak bentuk tauran ini harus disikapi dengan pendekatan mediasi dan 'restorative justice'. Jika tawuran masih dalam tindak pidana ringan maka penyelesaian hukum dapat dilakukan melalui pendekatan diversi atau keadilan restorasi," imbuh Arist.

Peristiwa itu terjadi di Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat pada Minggu (30/8) dini hari. Polisi mengatakan tawuran yang melibatkan dua kelompok remaja tersebut sekadar ingin mendapatkan perhatian di media sosial.

"Itu kejadiannya sudah lama. Kejadiannya malam minggu kemarin ya, kejadiannya cuman sebentar, nggak lama cuman 5 menit doang. Memang sengaja mau diviralin, yang penting udah masuk viral aja udah merasa bangga," kata Kapolsek Palmerah Kompol Supriyanto ketika dihubungi wartawan, Selasa (1/9/2020).

(isa/idn)