Noordin M Top Pernah Singgah ke Masjid UNS

Noordin M Top Pernah Singgah ke Masjid UNS

- detikNews
Senin, 09 Jan 2006 16:11 WIB
Jakarta - Setelah kematian Dr Azahari Husin, Noordin M Top menjadi otak teroris nomor satu yang paling diburu. Hingga kini keberadaan Noordin masih gelap. Tapi jejaknya telah terendus. Salah satunya di masjid Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.Tentang jejak Noordin di UNS disampaikan Abdullah Sonata, terdakwa bom Kedubes Australia, saat menjadi saksi terdakwa Ahmad Rafiq Ridho alias Ali Zein, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Senin (9/1/2006).Sonata mengaku pernah dua kali bertemu ahli perekrut teroris itu. Pertemuan di masjid UNS yang terjadi pada Oktober 2004, merupakan pertemuan yang kedua. Sebelumnya Sonata telah bertemu Noordin di Pekalongan.Dalam pertemuan di Pekalongan, Noordin mengajak Sonata untuk ikut terlibat program yang telah dibuatnya. Tapi saat itu terdakwa bom Kedubes Australia itu belum memberikan jawaban. "Kemudian saya bertemu lagi dengan dia (Noordin) di Solo untuk memberikan jawaban," kata Noordin.Sonata mengaku baru mengetahui Noordin masuk daftar pencarian orang (DPO) setelah melakukan pertemuan di Pekalongan. Pertemuan dengan Noordin terjadi atas peranan Usman, terdakwa bom Kedubes Australia lainnya.Kata Sonata, Usman mendapat pesan dari Rafiq yang menyampaikan keinginan Noordin untuk bertemu Sonata. Namun anehnya, Sonata menyatakan, kedua pertemuan dengan Noordin itu tidak diketahui Rafiq."Dia tidak tahu karena yang mengatur semua Usman. Usman yang memfasilitasi pertemuan tersebut," kata Sonata.Senjata dari FilipinaSelain pernah jadi lokasi pertemuan dengan Noordin, masjid UNS juga pernah dipakai Sonata untuk membahas pengambilan senjata selundupan dari Filipina yang akan dikirim ke Ambon.Senjata berupa pistol yang jumlahnya sekitar 4-6 pucuk itu dikirim ke Ambon untuk mengantisipasi gejolak Republik Maluku Selatan (RMS). Sonata mengaku minta Rafiq untuk mengantar senjata itu ke Ambon.Senjata yang berupa pistol itu berasal dari Johannes di Manado dan diminta untuk diserahkan kepada Asep Djaja di Ambon. "Setelah ada kabar dari kawan-kawan di Filipina yang akan membantu Ambon, saya minta tolong kepada terdakwa (Rafiq) atas rekomendasi Usman," kata Sonata. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads