Deplu Panggil Dubes Timor Leste Bahas Penembakan 3 WNI
Senin, 09 Jan 2006 16:02 WIB
Jakarta - Penembakan 3 WNI di Timor Leste diseriusi. Departemen Luar Negeri (Deplu) meminta penjelasan Dubes Timor Leste di Jakarta, Pendeta Arlindo Marcal."Tadi pagi kita sudah memanggil Dubes Timor Leste dan dia datang ke Deplu pukul 11.30 WIB. Kita menyampaikan protes karena ini insiden penggunaaan senjata yang tidak dibenarkan dalam hukum internasional," kata Direktur Asia Timur dan Pasifik Deplu Yuri Thamrin.Hal ini disampaikan dia di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2006).Tiga WNI eks pengungsi Timor Leste ditembak saat tengah memancing di perbatasan Turiskain, tepatnya di Sungai Malibaca, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur pada 6 Januari. Ketiganya tewas diterjang 8 peluru aparat polisi perbatasan Timor Leste.Menurut Yuri, jenazah akan segera dipulangkan ke Indonesia. "Saat ini satu mayat sudah diotopsi dan dua lagi segera diotopsi. Setelah diotopsi, kepulangannya harus melalui izin pengadilan. RI sudah bekerjasama dengan instansi terkait untuk kepulangan, dan ada kesepakatan akan dipulangkan apabila otopsi selesai dilakukan," tuturnya.Dikatakan Yuri, Indonesia juga meminta investigasi bersama untuk mengetahui sebab terjadinya penembakan, dan menentukan pelaku penembakan. "Kita juga melakukan koordinasi dan komunikasi aparat keamanan kedua negara di perbatasan agar kejadian ini tidak terulang lagi," tutur Yuri.Selain itu, lanjut Yuri, Indonesia meminta Timor Leste menandatangani MoU kerjasama tapal batas kedua negara. "Kita sudah menyerahkan MoU, tinggal mereka menandatanganinya," cetusnya.
(aan/)











































