BMW X5 Jaksa Pinangki Disita, NasDem Dukung Kejagung Bongkar Tuntas

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 14:52 WIB
Mobil BMW jaksa Pinangki Sirna Malasari
BMW X5 yang disita dari Jaksa Pinangki. Foto: Tiara Aliya Azzahra/detikcom
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menjerat Jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan pasal pencucian uang. NasDem mendukung Kejagung membongkar tuntas kasus Jaksa Pinangki.

Kejagung baru saja menyita mobil BMW X5 dari Jaksa Pinangki. Mobil mewah tersebut seharga Rp 1,7 miliar.

"Jadi kalau apakah (mobil, red) itu terkait korupsi atau tidak, karena itu sudah masuk ke perkara kita serahkan saja ke pihak kejaksaan yang lebih mengetahui proses yang sedang berlangsung saat ini," kata Taufik di kompleks MPR/DPR RI, Senayan, Selasa (1/9/2020).

Taufik mengatakan akan terus mendukung proses yang dilakukan Kejagung. Dia meminta agar masyarakat menunggu hasil laporan penyelidikan.

"Yang jelas kita akan terus mendukung upaya pihak kejaksaan untuk menelusuri lebih lanjut soal ini. Kita nanti tunggu saja hasil laporannya seperti apa," ujar Taufik

Taufik pun meminta agar Kejagung dapat mengusut kasus tersebut secara tuntas. Sebab, menurutnya kasus ini merupakan pertaruhan dari kreadibilitas kejaksaan.

"Ya yang jelas kita berharap kejaksaan menelusuri secara tuntas membongkar semuanya karena ini pertaruhan bagi kredibilitas kejaksaan. Karena itu kita menanti hasil yang diberikan kejaksaan," ujarnya.

Diketahui, jaksa membuka kemungkinan menjerat Jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan pasal pencucian uang. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Hari Setiyono pada Kamis, 27 Agustus, lalu mengatakan penyidikan terhadap Pinangki bisa berkembang ke mana-mana.

"Penyidik masih menelusuri, kalau nanti ada bukti permulaan yang cukup, bahwa hasil kejahatannya digunakan untuk melakukan pembelian terhadap barang ataupun apa pun, maka akan ada pasal yang terkait dengan itu adalah dugaannya pencucian uang, tetapi penyidik masih bergerak," kata Hari saat itu.

Kemudian, Kejagung jaksa menyita satu unit mobil BMW tipe SUV X5 yang disebut milik Pinangki. Mobil dengan pelat nomor F-214 itu tampak terparkir di halaman gedung bundar yang merupakan markas dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Terlepas dari itu, menilik dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Pinangki tercatat tidak melaporkan mobil pabrikan Jerman itu. Dilihat detikcom, Selasa (1/9/2020), Pinangki terakhir menyetorkan LHKPN pada 31 Maret 2019 dengan jabatan Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II.

(hel/tor)