Ada Klaster Baru Corona di Perkantoran, ASN di OKI Sumsel Kembali WFH

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 11:06 WIB
sterilisasi perkantoran di OKI Sumsel, pengetatan masuk OKI Sumsel di jalan tol
Foto: Sterilisasi di kantor Pemkab OKI, Sumsel. (Raja Adil Siregar/detikcom).
Palembang -

Pemkab Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, melaporkan munculnya klaster kasus baru virus Corona (COVID-19) di jajarannya. Kali ini klaster baru terjadi di perkantoran dan mengharuskan aparatur sipil negara (ASN) kembali bekerja di rumah atau work from home (WFH).

Bupati OKI, Iskandar meminta agar disiplin protokol kesehatan diperketat. Terutama agar wilayah perkantoran segera didisinfektan dan disterilkan dari aktivitas sementara.

"Perbanyak rapid test, lakukan sterilisasi di perkantoran untuk memutus mata rantai. Berlakukan WFH, tetapi pastikan layanan publik tidak terganggu," kata Iskandar kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di OKI, Selasa (1/9/2020).

Khusus untuk WFH, iskandar menyebut hanya diberlakukan selama 5 hari kerja. Adapun waktu WFH dimulai sejak 31 Agustus sampai 4 September mendatang.

Pemberlakuan WFH sendiri dilakukan untuk mensterilisasi seluruh ruangan di perkantoran Pemkab OKI. Ini setelah beberapa ASN dinyatakan positif Corona sepulang dari perjalanan dinas luar.

"Untuk perjalan dinas ke luar daerah dalam beberapa waktu ke depan agar dibatasi. Ini guna mencegah terjadinya penularan," kata bupati 2 periode tersebut.

sterilisasi perkantoran di OKI Sumsel, pengetatan masuk OKI Sumsel di jalan tolPengetatan masuk OKI Sumsel di jalan tol. Foto: (Raja Adil Siregar/detikcom).

Terakhir, Iskandar menekankan pelayanan publik dan keselamatan masyarakat diutamakan dalam penerapan kembali disiplin protokol kesehatan ini. Seluruh akses masuk melalui lintas dan jalan tol juga diperketat.

Sementara Juru bicara satgas penanganan COVID-19 OKI, Iwan Setiawan mengatakan ada perubahan klaster penularan Corona di Kabupaten OKI sejak pandemi ini merebak.

"Berdasarkan epidemiologi ada perubahan klaster. Pada Februari-Juni penularan dari pelaku perjalanan wilayah terjangkit, lalu di Juli dari warga luar OKI yang bekerja atau berdomisili di OKI. Sekarang muncul pelaku perjalanan keluar terutama di perkantoran seiring kebijakan dibolehkannya perjalanan dinas luar daerah," kata Iwan.

Iwan juga menyebut dalam catatan Satgas, kasus Corona di OKI sudah mencapai 87 kasus. Sebanyak 71 orang dilaporkan sudah sembuh, 4 meninggal dunia, sedangkan sisanya 12 masih dalam perawatan.

Selanjutnya dari hasil tes cepat bagi 352 pegawai di lingkungan Pemkab OKI pada Rabu, (25/8), tercatat sebanyak 5 sampel dinyatakan reaktif.

"Untuk sampel reaktif sudah kami lanjutkan dengan tes swab. Kami juga sudah lakukan kontak tracing dan langsung isolasi," imbuh Iwan.

(ras/elz)