6 Penambang Emas Tewas di Kuansing Riau, Polisi Diminta Turun Tangan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 09:56 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Foto ilustrasi garis polisi: (Ari Saputra-detikcom)
Pekabaru -

Sebanyak 6 pekerja penambangan emas tanpa izin (Peti) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tewas tertimbun di lokasi penambangan. Pemerintah daerah dan Polda Riau diminta mengusut kematian warga tersebut.

"Informasi yang kita dapat, ada 6 penambang emas ilegal yang meninggal dunia karena tertimbun di lokasi tersebut. Karenanya kita meminta pemerintah daerah untuk mengusut kasus tersebut sesuai dengan kewenangannya," kata Advokasi dari Ikatan Keluarga Kuantang Singingi (IKKS) di Pekanbaru, Dr Maxsasai, saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2020).

Maxsasai menyebutkan, bahwa 6 orang pekerja tambang emas ilegal ini disebutkan berasal dari luar Kuansing. Namun pihaknya belum mengetahui secara pasti alamat para korban yang meninggal dunia di Peti tersebut.

"Peristiwanya sekitar dua pekan lalu yang kita dapat kan. Mereka berasal dari luar Kuansing. Namun demikian, dalam peristiwa kita dari IKKS meminta agar kematian warga negara akibat penambangan emas tanpa izin ini tetap diusut tuntas," kata Maxsasai.

Informasi yang didapat IKKS, kata Maxsasai, ada dugaan pemilik pemodal penambangan emas ilegal ini oknum penegak hukum. Karenanya, pihaknya juga mendesak agar Polda Riau dapat mengusut pemilik modal di balik penambangan ilegal tersebut.

"Ada dugaan oknum aparat tersebut merupakan pemodal di penambangan emas tanpa izin itu. Makanya kita juga meminta Polda Riau untuk mengusut masalah ini," kata Maxsasai.

Maxsasai menyebutkan, dalam rapat IKKS yang dilakukan kemarin, ada beberapa catatan penting terkait Peti tersebut. Di antaranya selain meminta Pemkab Kuansing dan Polda Riau mengusut sesuai kewenangan masing-masing juga ada aspek dari sisi kerusakan lingkungan.

"Dengan adanya penambangan emas tanpa izin tersebut, satu sisi ini juga merusak lingkungan. Ini harus menjadi perhatian semua pihak dampak negatif dari sisi lingkungan," kata Maxsasai.

"Ada dua sisi yang harus diperhatikan. Kematian para pekerja di lapangan itu bagian dari hilirnya yang harus disut. Bagian hulunya, mengusut siapa pemodalnya. Ini menjadi perhatian kita. Walau yang meninggal bukan warga Kuansing, tetapi mereka adalah bagian dari warga negara kita," tutup Maxsasai.

Lihat juga video 'Tambang Emas Tradisional di Solok Selatan Runtuh, 9 Orang Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(cha/zap)