100 Dokter Gugur, Komisi IX Desak Kemenkes-Satgas Siapkan APD Berkualitas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 06:11 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

Sebanyak 100 dokter meninggal dunia karena virus Corona (COVID-19). Komisi IX DPR RI mendesak agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Satgas COVID-19 menyiapkan alat pelindung diri (APD) cadangan berkualitas untuk dokter.

"Kami mengawasi dan mendesak Kemenkes dan Satgas untuk punya cadangan APD yang berkualitas baik untuk melindungi dokter, perawat, tenaga kesehatan, dan tenaga pendukung lain dalam bekerja penanganan COVID-19," kata Wakil Ketua Komisi IX, Melki Laka Lena kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Melki kemudian mengucapkan duka cita atas meninggalnya 100 dokter akibat Corona. Dia meminta agar para tenaga medis yang memerangi COVID-19 mendapatkan jaminan keselamatannya.

"100 dokter yang meninggal setelah 6 bulan penanganan COVID-19 dan telah meninggal 100 dokter, kami ucapkan turut belasungkawa sedalam-dalamnya dan perlu pelindungan yang baik agar dokter, perawat, tenaga kesehatan dan tenaga pendukung lainnya yang menangani COVID-19 bisa terlindungi dengan baik," kata dia.

Lebih lanjut, kepada masyarakat Melki meminta agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Melki kembali menegaskan bahwa tenaga kesehatan harus memiliki alat pelindung diri yang aman.

"Tetap fokus jalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan patuh saat berkegiatan di luar rumah. Bagi yang positif jalani isolasi mandiri atau dirawat di RS, bagi tenaga kesehatan Dokter perawat dan lainnya termasuk tenaga pendukung penanganan Covid-19 harus terlindungi dengan alat pelindung diri yang aman," jelasnya.

Diketahui, 100 dokter gugur selama pandemi COVID-19. IDI menyampaikan dukacita yang mendalam terkait petugas kesehatan yang gugur.

"Sejawat sekalian, sejawat dokter yang gugur dalam penanganan COVID-19 sudah mencapai 100. Demikian juga petugas kesehatan lainnya yang gugur juga bertambah," kata Ketum PB IDI Daeng M Faqih dalam akun Instagram resmi Ikatan Dokter Indonesia, Senin (31/8).

IDI pun meminta pemerintah menjamin ketersediaan alat pelindung diri (APD). IDI akan berkoordinasi dengan Kemenkes dan Satgas.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Satgas dan Kementerian agar APD tetap dijaga tersedia dengan baik," kata Daeng.

(lir/zap)