Diempas Angin Kencang, Warga Polman Terseret Layangan Raksasa

Abdy Febriady - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 21:45 WIB
Warga Polman terseret layangan ukuran raksasa.
Warga Polman terseret layangan ukuran raksasa. (Foto: Istimewa)
Polewali Mandar -

Peristiwa nahas dialami seorang pria di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Dia nyaris celaka setelah terseret layangan berukuran raksasa yang diterbangkan.

Momen itu terekam kamera warga dan beredar di media sosial. Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 42 detik itu, pria nahas itu awalnya terlihat berusaha menahan tali layangan yang sudah diterbangkan bersama warga lainnya.

Namun, tanpa disadari, tali layangan melilit salah satu kakinya hingga akhirnya terjatuh dan terseret beberapa meter. Beberapa warga yang mencoba memberi pertolongan ikut terjatuh karena terbentur tubuh pria nahas yang terseret layangan. Beruntung insiden ini tidak berlangsung lama. Pria yang terseret berhasil melepaskan tali layangan.

Insiden ini diketahui terjadi di Desa Tandung, Kecamatan Tinambung, Minggu (30/8) kemarin. Salah seorang warga bernama Suaib mengatakan peristiwa terjadi karena keteledoran.

"Kalau menurut saya itu satu keteledoran, karena talinya satu arah, biar bagaimana karena layangan besar dan gede, talinya harus satu arah, kemudian karena yang tarik itu mobil Fuso, talinya ke mana-mana, jadi itu yang nyangkut ke kaki warga," kata Suaib kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (31/8/2020).

Suaib menyebut layangan yang menyeret pria tersebut berukuran 8 meter dan milik salah seorang warga Kecamatan Campalagian.

"Kalau yang saya dengar informasinya layangan itu berukuran 8 meter, menurut kami, itu sangat besar, kalau tidak hati-hati itu sangat membahayakan," ungkapnya.

Dia mengatakan sebelumnya peristiwa yang tidak jauh berbeda juga pernah terjadi saat warga mencoba menerbangkan layangan berukuran 7 meter. Kejadian itu mencederai sejumlah warga karena terlilit tali.

Sejak sebulan terakhir, hampir setiap hari ratusan warga memadati areal persawahan di Dusun Katitting, Desa Tandung, untuk menerbangkan layangan. Ukuran layangan yang diterbangkan bermacam-macam, dari 1 meter hingga 10 meter.

Embusan angin kencang tidak jarang mengakibatkan layangan warga terlepas lantaran tali pengikatnya putus hingga patah saat berada di udara. Warga diimbau agar tetap berhati-hati saat menerbangkan layangan, apalagi yang berukuran raksasa, demi menghindari terjadinya hal tidak diinginkan.

(idn/idn)