3 Alasan Anak Laki-laki Perlu Diajarkan Pekerjaan Rumah Tangga

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 14:47 WIB
anak bantu ibu
Foto: shutterstock
Jakarta -

Berbicara tentang pekerjaan rumah tangga, mayoritas orang tua biasanya akan menganggap hal tersebut merupakan pekerjaan anak perempuan. Hal ini terlihat masih banyaknya orangtua yang menyuruh anak perempuannya untuk mencuci piring, menyapu, dan melakukan pekerjaan rumah lainnya dibandingkan anak laki-lakinya.Tak heran pekerjaan rumah yang dianggap sepele akan lebih diwajibkan untuk anak perempuan.

Ini lah juga yang menyebabkan kesetaraan gender masih belum sepenuhnya berlaku di berbagai negara, termasuk Indonesia.Kesetaraan gender sebenarnya bisa mulai dilakukan dari rumah, yakni dengan mengajari anak laki-laki ikut terlibat dalam mengerjakan tugas rumah tangga sehari-hari. Selain itu, menerapkan kesetaraan gender dengan mengajarkan pekerjaan rumah bagi anak laki-laki juga memiliki banyak manfaat seperti dilansir dari berbagai sumber berikut ini.

1. Mengajarkan Tanggung Jawab

Menugaskan anak laki-laki untuk membersihkan rumah dapat sekaligus mengajari mereka akan tanggung jawab. Berikan tugas yang memiliki kaitan dengan anak secara pribadi seperti membersihkan kamar mereka atau mencuci pakaian sendiri dapat membantu mereka menjadi lebih mandiri.

2. Mematahkan Stereotip Gender

Saat ini pekerjaan rumah tangga tidak harus dilakukan perempuan saja, namun juga laki-laki. Ketika anak laki-laki rutin diajarkan melakukan pekerjaan rumah, ini akan membuat mereka terbiasa dan mereka akan mengajarkannya ke anak-anak mereka saat dewasa sehingga stereotip gender pun dapat dipatahkan.

3. Mengajarkan Empati

Saat anak diminta untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, ini akan secara langsung membuat mereka lebih sadar bahwa kekacauan yang mereka buat akan merepotkan orang lain. Dengan demikian, mereka akan lebih berhati-hati saat melakukan sesuatu di rumah dan membuat mereka lebih dapat memelihara rumah.

Guna mendukung kesetaraan gender, Kecap ABC juga menghadirkan berbagai program dan edukasi untuk memperluas paham kesetaraan gender di masyarakat. Kecap ABC juga yakin bahwa kesetaraan gender bisa dimulai sejak dini dan diajarkan dari rumah.Salah satunya adalah program Koki Muda Sejati 2020.

Kecap ABC sebelumnya juga meluncurkan program Suami Sejati Masak di tahun 2018. Pada program ini, Kecap ABC percaya bahwa kesetaraan gender perlu dimulai dan diajarkan dari rumah sejak dini.

"Koki Muda Sejati 2020 akan memperkuat komitmen Kecap ABC, yaitu semangat kesetaraan gender yang harus dimulai dalam keluarga di rumah," ungkap Head of Legal & Corporate Affairs Kraft Heinz Indonesia & PNG Mira Buanawati, dikutip detikcom, Senin (31/8/2020).

Koki Muda Sejati 2020 adalah bentuk dukungan terhadap paham kesetaraan gender yang perlu ditanamkan pada generasi muda. Kecap ABC yakin pemahaman ini akan menjadi modal bagi generasi mudah dalam menjalani kehidupan rumah tangga serta mengubah persepsi masyarakat mengenai kesetaraan gender.

(mul/ega)