DPR Pecah Soal Calon Panglima TNI, KSAU Diunggulkan

DPR Pecah Soal Calon Panglima TNI, KSAU Diunggulkan

- detikNews
Senin, 09 Jan 2006 13:12 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pekan ini direncanakan mengajukan nama seorang calon Panglima TNI ke DPR. Meski nama pengganti Jenderal Endriartono Sutarto masih di kantong Presiden, kalangan DPR sudah berbeda pendapat mengenai nama calon yang pantas menjadi Panglima TNI.Fraksi PDIP sejak awal terang-terangan menjagokan mantan KSAD Jenderal Riyamizard Ryacudu sebagai calon Panglima TNI. Alasannya, Komisi I DPR sudah menyetujuinya sebelum Presiden SBY mencabut surat Presiden Megawati Soekarnoputri mengenai penggantian Panglima TNI ini. "Ryamizard jenderal paling senior di TNI dan Komisi I DPR sudah menyetujuinya," kata Ketua Fraksi FPDIP Tjahjo Kumolo, Senin (9/6/2006).Meski nama Ryamizard sudah disebut sejak awal, sebagian kalangan DPR pesimistis Presiden SBY akan mengajukan nama yang pernah diajukan Presiden Megawati ini. Alasan mereka, kalau SBY setuju Ryamizard, sudah sejak dulu diajukan ke DPR dan tidak perlu menunda sampai satu tahun.Bila peluang Ryamizard mengecil, maka peluang 3 kepala staf TNI menjadi besar. Lalu siapa dari ketiga kepala staf TNI yang akan diajukan SBY? Nama dua Djoko, yakni KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso dan KSAL Marsekal Djoko Suyanto disebut-sebut sebagai dua kandidat kuat pengganti Endriartono Sutarto.Hanya, belakangan ini nama KSAU Marsekal Djoko Suyanto banyak dijagokan kalangan DPR dan sejumlah pengamat dan diprediksi akan diajukan Presiden untuk menjadi calon Panglima TNI. "Saya kira Presiden akan mengajukan KSAU Marsekal Djoko Suyanto menjadi panglima. Karena saya yakin KSAD Djoko Santoso tidak mau melangkahi seniornya," kata anggota Komisi I DPR Permadi.Pernyataan sama dengan alasan berbeda disampaikan anggota FPAN Djoko Susilo. Menurutnya, KSAU mempunyai kans besar menggantikan Endriartono Sutarto. "Alasan Djoko, bila pimpinan TNI bukan dari AD, maka institusi TNI yang diharapkan netral dari politik akan bisa lebih terjamin," ujar Djoko Susilo.Sementara pengamat TNI Kusnanto Anggoro juga mengunggulkan KSAU menjadi Panglima TNI. Alasan Kusnanto, berdasarkan kalkulasi polilitik, SBY akan aman jika saat ini menaikkan KSAU saat ini . Tapi menjelang pemilihan Presiden tahun 2008, misalnya, dia bisa diggantikan oleh KSAD Djoko Santoso sampai masa pemilihan presiden. "Ini untuk mengamankan posisinya," kata Kusnanto beberap waktu lalu.Lalu bagaimana peluang KSAL? Banyak yang memperkirakan pelungnya mengecil karena KSAL Laksamana Slamet Soebijanto saat ini menjelang pensiun. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads