Petani Indonesia Serbu Kedubes Cina, Minta Rekannya Dibebaskan
Senin, 09 Jan 2006 12:34 WIB
Jakarta - Sekitar 50 petani Indonesia pukul 11.00 WIB, Senin (9/1/2006), menyerbu Kedubes Cina di Mega Kuningan, Jakarta. Mereka mendesak 12 rekannya yang memprotes WTO dibebaskan.12 Petani itu 11 di antaranya berasal dari Korea Selatan dan 1 dari Jepang. Para petani ini termasuk dalam ribuan petani yang berdemo menolak WTO di Hong Kong pada 13-18 Desember 2005 lalu dan hingga kini masih ditahan kepolisian Hong Kong.Aksi solidaritas petani yang tergabung dalam Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI) juga digelar petani di belahan dunia lainnya secara bersamaan.Ketua FSPI Achmad Ya'kub menyatakan, tuntutan mereka dilancarkan karena tuduhan pihak kepolisian Hong Kong tidak masuk akal."Rekan-rekan kami dituduh melakukan unlawful assembly (pengumpulan massa ilegal) terkait protes antiperdagangan bebas. Ini adalah tuduhan yang tidak masuk akal. Karena aksi kami bukan sebuah aksi ilegal. Ini dibuat-buat," tegas Ya'kub.Ya'kub menambahkan, pada 17 Desember 2005, pihak kepolisian Hong Kong menangkap 1.300 aktivis petani dari seluruh dunia, termasuk di antaranya 21 petani Indonesia. Namun berangsur-angsur para petani ini dilepaskan hingga hanya tersisa 12 orang.12 Orang tetap ditahan karena polisi memiliki bukti kamera yang memperlihatkan mereka terlibat aksi kekerasan dengan aparat. "Ke-12 teman kami akan disidang pada 11 Januari dan kini mereka melakukan aksi mogok makan," katanya.Karena itu, lanjut Ya'kub, demi solidaritas petani lainnya di Brazil, Prancis, Bangladesh, Cina, India, dan Mali juga menggelar aksi serupa hari ini. Aksi digelar di bawah koordinasi gerakan petani internasional, La Via Campesina.Selain berorasi di depan Kedubes Cina yang pintunya ditutup rapat-rapat, petani juga melakukan aksi teatrikal dan long march mengelilingi kawasan Mega Kuningan. Namun aksi ini tidak membuat arus lalu lintas terganggu. Meski begitu, aksi ini tetap menarik perhatian pegawai yang bekerja di kawasan Mega Kuningan yang sedang istirahat makan siang.
(umi/)











































