RUU Bahasa Agar Nasib Indonesia Tak Seperti Malaysia
Senin, 09 Jan 2006 12:20 WIB
Jakarta - Pada masa Mendiknas sebelumnya, RUU Bahasa tidak mendapat sambutan hangat. Baru pada Mendiknas Bambang Sudibyo, RUU ini mendapat dukungan. Bambang mengungkapkan, pihaknya tidak ingin negeri ini bernasib seperti Malaysia, sehingga mendukung RUU yang masih berupa draf ini.Menurut Bambang, jika tidak diantisipasi, maka bahasa Indonesia akan menjadi tamu di negeri sendiri. "Dan itu bisa dilihat di Malaysia," kata Bambang saat dicegat di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2006) pukul 11.30 WIB.Bambang lalu mencontohkan bahasa Mandarin yang posisinya kini semakin kuat. "Bagaimana agar penguasaan kompetensi berbahasa asing itu tidak mengorbankan bahasa Indonesia," paparnya."Jadi bagaimana kita bisa kompeten berbahasa asing tanpa merusak bahasa Indonesia yang merupakan aset persatuan yang sangat bagus," imbuhnya.RUU Bahasa itu masih sangat lama diundangkan. "Izin inisiatifnya saja belum diajukan ke Presiden. Sekarang baru ditelaah oleh Pusat Bahasa mengenai kemungkinan untuk mengusulkan RUU Bahasa," kata Bambang.Apakah nanti semua gedung yang menggunakan istilah asing harus diganti dengan bahasa Indonesia? "Saya kira tidak sesimplisit itu. Itu akan dikaji betul. Semangatnya adalah bagaimana memberikan landasan hukum yang kuat bagi pengembangan kompetensi bangsa Indonesia pada penguasaan bahasa asing yang penting seperti bahasa Inggris," jawab Bambang panjang lebar.RUU Bahasa, kata Bambang, juga bertujuan untuk melindungi bahasa daerah karena sekarang bahasa daerah terdesak oleh bahasa asing maupun bahasa Indonesia. "Jadi, ini adalah masalah perimbangan bagaimana tetap mempertahankan bahasa daerah, bagaimana bahasa Indonesia semakin sulit menjadi bahasa persatuan. Tetapi pula bagaimana bangsa ini bisa menguasai bahasa asing. Itu arahnya ke sana. Rumusannya masih dipelajari," jelentreh Bambang."Kongkretnya bagaimana, Pak? Apa nama-nama asing mesti diganti?" uber wartawan. "Belum sampai ke situ," tegas Bambang. Bambang juga membenarkan DPR tidak memprioritaskan pembahasan RUU Bahasa. "Tampaknya DPR lebih memprioritaskan RUU tentang perbukuan. Itu sedang kita susun naskah akademiknya," demikian Bambang Sudibyo.
(nrl/)











































