27 Orang yang Dihubungi Prada MI Saat Ngaku Dikeroyok Bakal Diperiksa

M Bakri - detikNews
Minggu, 30 Agu 2020 15:24 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Puspen TNI)
Makassar -

Oknum TNI, Prada MI, menyebarkan berita bohong kepada 27 rekannya bahwa dirinya telah dikeroyok dan berujung perusakan Polsek Ciracas dan Polsek Pasar Rebo, Jakarta Timur. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan 27 orang yang dibohongi Prada MI soal isu pengeroyokan akan diperiksa.

"(Sebanyak) 27 rekan yang ada di handphone prajurit MI dan 2 yang ada di CCTV akan terus dilakukan pemeriksaan," ujar Hadi di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (30/8/2020).

Jika terbukti terlibat dalam aksi penyerangan Polsek Ciracas, TNI tak segan-segan menindak tegas.

"Kami semua menyesalkan kejadian," imbuh Hadi.

Sejauh ini, 12 anggota TNI terbukti terlibat dalam penyerangan Polsek Ciracas. Para tersangka itu kini telah ditahan di Pomdam Jaya, Jakarta Selatan.

"Jadi 12 orang ini ditahan di Polisi Militer Kodam Jaya Pomdam Jaya di Guntur," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dalam jumpa pers di Mabes TNI AD, Jalan Veteran Nomor 5, Jakarta Pusat, Minggu (30/8).

Peristiwa penyerangan Polsek Ciracas terjadi pada dini hari, Sabtu (29/8). Sejumlah kendaraan dan bangunan di Polsek Ciracas dirusak hingga dibakar. Selain Polsek Ciracas, Polsek Pasar Rebo diserang.

Dilaporkan ada tiga orang yang terluka dalam penyerangan tersebut, dua di antaranya dirawat di RS.

Belakangan diketahui, perusakan itu diduga disebabkan oknum anggota TNI, Prada MI. Prada MI, yang mengalami kecelakaan tunggal, mengaku dikeroyok sehingga memicu perusakan itu.

"Dari telepon genggam Prada MI ditemukan yang bersangkutan menginformasikan ke angkatan 2017 mengaku dikeroyok, ditelepon seniornya bilang dikeroyok," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman seperti dilansir Antara, Sabtu (29/8).

Pernyataan Prada MI lalu dicocokkan dengan para saksi. Namun, saat pernyataan anggota dari Satuan Direktorat Hukum Angkatan Darat itu dicocokkan dengan pernyataan sembilan saksi dari warga sipil dan CCTV di sekitar lokasi, ternyata MI diketahui telah berbohong.

"Hal terpenting ada rekaman CCTV yang bersangkutan kecelakaan tunggal tidak ada pengeroyokan dan ada rekaman CCTV," ujarnya.

(isa/imk)