RS di Jakarta Makin Penuh, Satgas COVID-19: Mengkhawatirkan!

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 30 Agu 2020 15:05 WIB
RSHS Bandung melakukan simulasi penanganan pasien suspect corona, Jumat (6/3/2020). Simulasi itu untuk menunjukkan kesiapan RSHS dalam menangani pasien suspect corona.
Foto ilustrasi (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta -

Seiring meningkatnya kasus positif COVID-19, rumah sakit-rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta mulai penuh. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melihat ini sebagai kondisi yang mengkhawatirkan.

"Mengkhawatirkan. Justru di sinilah pengelolaan kasus ini menjadi penting, pengelolaan kasus mulai dari awal sampai akhir," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, kepada detikcom, Minggu (30/8/2020).

Pengelolaan kasus COVID-19 yang dia maksud adalah penanganan pasien positif COVID-19. Tidak semua pasien positif COVID-19 harus dirawat di rumah sakit. Hanya pasien positif yang bergejala berat yang perlu dirawat di rumah sakit.

"Kalau positif COVID-19 namun tidak bergejala, maka tidak harus masuk rumah sakit. Kalau itu dimasukkan ke rumah sakit, ya penuh rumah sakitnya," kata Wiku.

Orang yang positif COVID-19 tapi tidak bergejala (orang tanpa gejala/OTG) atau yang hanya bergejala ringan bisa mengisolasi diri di rumah masing-masing. Dengan demikian, kapasitas rumah sakit tidak menjadi penuh dan membahayakan.

"Yang lebih penting lagi adalah mendorong masyarakat untuk berperilaku benar (menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19), supaya kasusnya tidak mendorong ke kapasitas rumah sakit, karena rumah sakit itu cuma dampak," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2