Protes Penembakan WNI, Pendemo Bakar Bendera Timor Leste
Senin, 09 Jan 2006 11:14 WIB
Kupang - Peristiwa penembakan terhadap tiga WNI di Timor Leste menuai protes. Sekitar pukul 10.30 Wita, 1.000 orang eks warga Timor Timur (Timtim) berdemonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (9/1/2006). Pendemo pun membakar bendera Timor Leste.Turut hadir dalam aksi demonstrasi ini, mantan Panglima Pasukan Pejuang Integrasi Joao Tavarez,mantan Komandan Milisi Aitarak Domingos Pareira (Ompong) dan mantan Komandan Milisi Laksaur, Fransisco Pareira.Dalam aksi protes tersebut mereka mengutuk insiden penembakan tiga WNI, Stanis Maubere, Jose Mausorte dan Kandido Mariano saat memancing di Sungai Malibatca, kawasan Turiskain pada 6 Januari lalu. Selain bendera Timor Leste, bendera Fretelin dan dua buah kostum bergambar wajah Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao, juga turut dibakar oleh pendemo.Para demonstran yang mayoritas terdiri dari kaum Adam ini membawa berbagai macam poster serta berikat kepala bendera Merah Putih. Mereka menuliskan kecaman terhadap Timor Leste seperti 'Timor Leste Munafik', 'Gantung Perdana Menteri Timor Leste Mari Al Katiri' dan Menlu Timor Leste Pembunuh.'Dalam pernyataan sikapnya, 1.000 pendemo yang menamakan dirinya Forum Pejuang Eks Timtim meminta pemerintah Timor Leste dan Presiden Xanana Gusmao untuk segera membayar ganti rugi kepada keluarga korban penembakan aparat Timor Leste.Bahkan, mereka mengancam jika tuntutan ini tidak dipenuhi, maka mereka akan memblokir paksa setiap jalan masuk dan keluar dari Timor Leste-Indonesia. Mereka juga akan memblokir paksa perwakilan Timor Leste di Indonesia. Saat ini para warga eks Timtim dan Forum Pejuang eks Timtim akan menuju wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste untuk menjemput jenazah WNI yang ditembak.
(ahm/)











































