Sempat Viral Antrian Perceraian, Menag Ingatkan Pandangan Agama

Rosmha Widiyani - detikNews
Minggu, 30 Agu 2020 06:47 WIB
ilustrasi cerai
Foto: iStock/Sempat Viral Antrian Perceraian, Menag Ingatkan Pandangan Agama
Jakarta -

Viral antrian orang-orang yang mengurus perceraian beberapa waktu mendapat perhatian Menteri Agama Fachrul Razi. Menag mengingatkan pandangan agama terkait pilihan yang diambil pasangan tersebut.

"Perceraian semaksimal mungkin dihindari. Perceraian memang dibenarkan agama, namun sangat dibenci Tuhan," ujar Menag dalam pesan pendek yang diterima detikcom pada Sabtu (29/8/2020) menanggapi yang terjadi di Pengadilan Agama Soreang, Jawa Barat.

Menag tak menampik pandemi COVID-19 telah mempengaruhi kehidupan keluarga di Indonesia. Kondisi ekonomi tersebut sebaiknya dihadapi suami dan istri bersama-sama. Apalagi dampak perceraian biasanya memprihatinkan bagi perkembangan anak.

Akibat perceraian, anak-anak dikhawatirkan terlantar karena tidak diurus orangtuanya. Menghadapi kondisi tersebut, Menag berniat meningkatkan kualitas bimbingan perkawinan (bimwin) dan Pusaka Sakinah. Program ini diharapkan bisa membantu orang tua menjaga kehidupan rumah tangganya.

Program bimwin baru diperoleh 7-10 persen calon pengantin (catin) dari total dua juta peristiwa nikah setiap tahun. Saat ini Kemenag mengembangkan program bimwin virtual yang menargetkan 40 persen catin. Upaya lain adalah melakukan bimwin terbatas dengan materi ringkas yang hanya butuh waktu 30 menit.

Bimwin biasanya diikuti 5-10 pasangan catin tiap angkatan. Program berlangsung dua hari dengan materi seputar membangun keluarga sakinah, psikologi dan dinamika keluarga, mengelola kebutuhan dan keuangan keluarga, kesehatan reproduksi, serta membangun generasi berkualitas.

Program bimwin melakukan sinergi dengan program ekonomi keluarga catin yang akan dilaksanakan Kementerian Koperasi, Kemenaker, atau Kemensos. Menag mengatakan, program bimwin dan ekonomi keluarga berlangsung terpisah namun masih dalam satu kesatuan bimbingan bagi pasangan yang hendak menikah.

Terkait Pusaka Sakinah, program ini difokuskan pada pembahasan tentang kualitas keluarga, pespektif gender, pencegahan perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga, moderasi beragama. Fokus lainnya adalah mencegah stunting pada anak, menjaga kesehatan reproduksi, dan mencegah penurunan kemiskinan.

Lihat juga video 'Menko PMK Sebut Keluarga Miskin Lahir dari Pernikahan Sesama Miskin':

[Gambas:Video 20detik]



(row/pal)