Kasus Positif Corona Pecah Rekor, Anggota DPR: Sosialisasi AKB Kurang Masif

Farih Maulana Sidik - detikNews
Sabtu, 29 Agu 2020 07:34 WIB
Saleh Daulay
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay (Foto: Tsarina/detikcom)
Jakarta -

Angka kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia dalam 2 hari berturut-turut mencapai rekor angka tertinggi dalam sehari. Sejak Corona pertama kali, tambahan 3.003 kasus positif pada Jumat (28/8) menjadi jumlah terbanyak.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay menilai ada sejumlah faktor yang mempengaruhi tingginya kasus positif yang dilaporkan dalam sehari. Menurutnya, jumlah pemeriksaan spesimen yang tinggi hingga kurangnya kesadaran masyarakat menjaga protokol kesehatan mengakibatkan orang semakin banyak yang terpapar COVID-19.

"Saya melihat memang spesimen yang diperiksa pemerintah itu juga berpengaruh pada meningkatnya jumlah pasien positif Corona. Kenapa? karena semakin banyak sampel yang diambil, maka konsekuensinya berbanding lurus dengan semakin banyak orang yang terkonfirmasi positif Corona ini," kata Saleh kepada wartawan, Jumat (28/8/2020).

Dia mengatakan pemerintah harus lebih gencar sosialisasi kepada masyarakat bagaimana pola hidup sehat di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Selama ini, kata dia, adaptasi kebiasaan baru itu belum sepenuhnya dipraktikkan masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya.

"Nah adaptasi kebiasaan baru itu ternyata belum bisa secara utuh dipraktikkan di tengah masyarakat dan kampanye itu menurut saya masih kurang begitu masif dilakukan oleh pemerintah. Itu berimplikasi pada banyaknya orang yang terpapar," ucap Saleh.

Selanjutnya
Halaman
1 2