Siap-siap! Tak Pakai Masker di Banda Aceh Bakal Kena Denda Hingga Sanksi Adat

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 19:16 WIB
Warga memakai masker saat menghadiri acara pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Jumat (21/8/2020). Kementerian Agama Aceh kembali memberikan pelayanan kepada calon pasangan pengantin untuk melaksanakan prosesi pernikahan di luar KUA dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/pras.
Foto: Ilustrasi warga Banda Aceh pakai masker. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA).
Banda Aceh -

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan pencegahan virus Corona (COVID-19). Bagi yang melanggar Perwal, bakal dihukum mulai dari denda Rp 100 ribu hingga dikenakan sanksi adat.

Perwal nomor 45 tahun 2020 itu diteken Aminullah pada Kamis (27/8/2020) kemarin. Aminullah mewajibkan setiap orang yang berada di Banda Aceh untuk mengenakan masker yang menutup hidung hingga dagu. Selain itu, warga diminta rajin mencuci tangan, menjaga jarak serta menerapkan pola hidup sehat.

Aminullah juga mewajibkan pemilik tempat usaha, pengelola hingga fasilitas umum untuk melaksanakan aturan 4M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan serta menjauhi kerumunan. Aturan itu berlaku bagi karyawan dan pemilik.

Dalam Perwal juga diatur agar pelaku usaha tidak melayani pelanggan yang tidak patuh 4M. Tempat usaha juga diwajibkan menyediakan alat cuci tangan lengkap dengan sabun.

Perwal ini berlaku untuk warga yang berada di perkantoran, sekolah, transportasi, toko, apotek, warung makan, warung kopi, fasilitas kesehatan dan tempat lainnya. Perwal tersebut juga mengatur pembinaan serta sosialisasi.

Untuk sanksi bagi pelanggar diatur pada BAB V pasal 8. Ada tiga sanksi yang dapat dikenakan bagi perseorangan yaitu kerja sosial berupa membersihkan tempat ibadah dan fasilitas umum; sanksi administratif yaitu denda Rp 100 ribu dan sanksi adat yakni mengaji, mengumandangkan azan selama seminggu atau mengikuti pengajian di desa selama empat hari.

Sedangkan bagi tempat usaha sanksinya meliputi denda administratif berupa bayar denda Rp 250 ribu bagi usaha kecil dan Rp 500 ribu bagi usaha besar. Selain itu, juga ada sanksi penghentian sementara operasional usaha hingga pencabutan izin usaha.

Kabag Humas Pemkot Banda Aceh Irwan mengatakan, Perwal tersebut bakal disosialisasikan setelah adanya Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pencegahan virus Corona. Pemkot Banda Aceh, sebutnya, tidak akan melangkahi aturan gubernur.

"Sosialisasinya kita tunggu aturan Pergub sehingga cakupannya lebih besar. Kalau Banda Aceh saja cakupannya kecil," kata Irwan saat dikonfirmasi, Jumat (28/8).

(agse/elz)