Andre Dorong Erick Selesaikan Polemik Kontraktor Nginep di Trotoar

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 15:44 WIB
Erick Thohir dan Andre Rosiade/Dok Istimewa
Andre (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Andre meminta Menteri BUMN Erick Thohir menyelesaikan permasalahan yang terjadi di PT Perikanan Nusantara (Perinus). Permintaan itu disampaikan imbas dari aksi kontraktor nginep di trotoar berhari-hari.

"Banyak yang me-WA saya tentang Perinus. Pak Menteri, ini penting. Karena ada orang yang tidak dibayar haknya. Saya dengar ini keputusan RUPS (rapat umum pemegang saham) komisaris dan direksi," kata Andre kepada Erick Thohir dalam rapat kerja Komisi VI DPR dengan Menteri BUMN di gedung Nusantara I DPR, Jakarta, Kamis (27/8).

Andre meminta Erick Thohir segera memanggil direksi dan Komisaris Perinus untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai berlarut-larut dan berakibat pada yang mogok makan. "Tolong ini segera diselesaikan, Pak Menteri. Carikan jalan keluarnya segera," kata Andre, yang juga ketua DPD Gerindra Sumbar.

Andre bahkan menyebut adanya orang yang mogok makan tentu akan membuat nama Presiden Jokowi jatuh di mata publik. "Ini orang masih mogok makan. Kasihan Presiden Jokowi, karena ujungnya ini akan kena ke Presiden kalau tak diselesaikan. Apalagi saya dengar, pembangunan ini atas persetujuan direksi dan komisaris dalam RUPS," kata Andre lagi.

Menteri Erick Thohir awalnya merasa hal itu sudah diselesaikan manajemen PT Perinus. Namun, karena Andre menyebut mogok makan masih berlangsung, dia mengaku akan segera menyelesaikannya.

"Kami akan coba cek lagi dan akan selesaikan," kata Erick Thohir.

Pengusaha UMKM Abdul Malik bersama rekan kerja berdemo di kantor PT Perikanan Nusantara (Perinus). Mereka meminta PT Perinus membayar tagihan kontrak kerja mereka.Pengusaha UMKM Abdul Malik bersama rekan kerja berdemo di kantor PT Perikanan Nusantara (Perinus). Mereka meminta PT Perinus membayar tagihan kontrak kerja. (Ari Saputra/detikcom)

Diketahui, seorang yang bernama Abdul Malik Thalib melakukan aksi mogok makan di depan gedung PT Perinus sejak Rabu (26/8). Dalam keterangannya, sudah 16 bulan pekerjaan membangun Restoran Anaya yang diminta BUMN Perikanan Nusantara selesai.

"Namun hingga saat ini apa yang harusnya menjadi hak saya sebesar Rp 2,6 miliar sebagaimana ada dalam kontrak kerja tidak dibayar oleh BUMN itu," katanya dalam keterangan tertulis yang dibagikan kepada awak media.

Akibatnya, katanya, dia berutang sana-sini dan hidup harus berpindah-pindah karena dikejar para penagih utang. Tidak hanya itu, sekarang seluruh anaknya, tiga orang, juga sudah berhenti sekolah. Penderitaan semakin bertambah karena situasi COVID-19 ini membuat hidup semakin terjepit.

"Terkait hal itu, saya beserta anak dan istri melakukan aksi menginap di emperan depan BUMN Perinus. Namun hingga saat ini tetap saja apa yang menjadi hak saya tidak dibayarkan Perinus," katanya.

Dia menyindir Presiden Jokowi memerintahkan Menteri BUMN dan para menteri lainnya membantu UMKM. "Saya tidak butuh dibantu dan dikasihani. Saya hanya minta agar apa yang menjadi hak saya dan hak anak-anak saya dibayarkan oleh BUMN Perinus. Sehubungan dengan perjuangan itu, saya akan mogok makan," katanya. (fjp/fjp)