Penjelasan MAKI soal Tanda Tangan yang Bikin Hakim MK Curiga

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 15:04 WIB
Boyamin Saiman
Boyamin Saiman (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengujian Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 yang diajukan perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dicabut karena adanya dugaan pemalsuan tanda tangan dalam permohonan tersebut. Ketua Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan permasalahan sudah selesai dan pihaknya akan mengajukan ulang pengujian tanpa kuasa hukum.

"Ya nggak apa-apa kan kemarin sudah diselesaikan, kalau gugatannya dicabut, sudah dianggap selesai. Aku nanti mau maju lagi MAKI tidak pakai kuasa, gitu aja," kata Boyamin saat dihubungi, Jumat (28/8/2020).

Mengenai dugaan tanda tangan palsu, Boyamin menjelaskan tanda tangan yang berbeda-beda dalam permohonan tersebut dibuat oleh para lawyer MAKI. Menurut Boyamin, tanda tangan yang berbeda-beda bukan sebuah pemalsuan selagi yang bersangkutan sudah menyetujui dan merasa tidak dirugikan.

"(Tanda tangan palsu) ya mungkin itu lawyer-lawyer biasalah itu kan tanda tangan elektrik juga boleh, tapi kadang-kadang kan udah itu aja anu tanda tanganku kamu tiru gitu aja. Tapi kan sepanjang sebenarnya dari yang pemilik tanda tangan setuju, juga bukan pemalsuan. Pemalsuan itu kan juga harus ada kerugian, kan gitu," ujarnya.

"Tapi menurut hakim, katanya loh, ya laporannya itu kan kemudian dianggap tidak menghormati pengadilan kan, cuma itu saja. Sebagai bentuk apa tampaknya tidak panjang, dicabut. Ya sudah, saya nggak ada masalah," lanjutnya.

Nantinya, dikatakan Boyamin, MAKI akan tetap mengajukan pengujian secara mandiri. Hal itu dilakukan setelah proses pencabutan gugatan dari kuasa hukum selesai dilakukan.

"Yang dari kuasa hukum gugatan dicabut, kalau saya kan tetap akan maju lagi, kan boleh-boleh saja. Saya mencabut kuasa terhadap lawyer, terus kemudian saya tetep maju kan tetep boleh aja, nggak ada persoalan. Kalau aku, rencanaku, akan mencabut kuasa terhadap lawyer dan aku akan tetap maju sendiri kalau itu masih boleh. Kalau nggak, ya aku mendaftarkan maju lagi baru lagi, gitu aja," imbuhnya.

Tonton juga 'Kejagung Sebut Berkas Perkara Aman, MAKI: Makin Timbulkan Kecurigaan':

[Gambas:Video 20detik]