Marwan Jafar Dukung Vaksin Covid-19 Gratis untuk Peserta BPJS Kesehatan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 08:57 WIB
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR RI Marwan Jafar mengingatkan indikasi tumbuhnya kesadaran geopolitik guna mencapai potensi ekonomi dunia.
Marwan Jafar/Foto: dok. Komisi VI
Jakarta -

Rencana pemerintah menggratiskan vaksin covid-19 bagi peserta BPJS Kesehatan pada awal Tahun 2021, didukung oleh anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar. Menurut Marwan, hal tersebut sesuai dengan aspirasinya.

"Itu sudah kita sampaikan sekitar sebulan lalu di berbagai media, vaksin covid-19 perlu digratiskan terutama untuk masyarakat yang kurang mampu," kata Mantan Menteri Desa PDTT di Jakarta, Jumat (28/08/20).

Menurut Marwan, selain vaksin yang digratiskan, juga perlu dipertimbangkan faktor ketersediaan, kepastian dan keamanan bagi manusia yang mendapat vaksinasi.

"Penggunaan vaksin juga agar dapat memberikan manfaat memperkuat kekebalan tubuh," kata Marwan.

Selain itu, lanjut Marwan, vaksin temuan putra bangsa yang sedang diujicobakan tersebut diharapkan ketersediaannya secara pasti dan mempertimbangkan faktor keamanan dan kehati-hatian dalam melakukan vaksinasi untuk masyarakat.

"Uji coba vaksin secara klinis perlu dilakukan dengan hati-hati dan cermat. Kita percaya prosedur ilmiah yang ditempuh mesti ditaati dengan baik dan benar sehingga aman dan tidak menimbulkan efek samping tertentu," tutur Marwan.

Selain itu, Marwan juga berharap agar masyarakat yang tergolong mampu secara ekonomi dapat dikenakan biaya vaksinasi secara terjangkau. Hal ini dinilai penting, selain untuk meringankan beban pembiayaan negara, juga untuk subsidi silang sehingga masyarakat yang memiliki kemampuan secara ekonomi dapat berkontibusi untuk kepentingan kemanusiaan.

Marwan juga berharap secara teknis, vaksinasi massal nantinya dilakukan dengan skema "jemput bola", yakni seluruh tenaga medis yang telah disiapkan pemerintah diterjunkan langsung di seluruh titik komunitas strategis masyarakat, baik puskesmas, posyandu, rumah sakit, balai Desa, balai RW, sekolah, pondok pesantren, perkantoran, pabrik dan tempat strategis lainnya.

"Penting diantisipasi agar dapat mengurangi kerumunan dan penumpukan antrean massa, sehingga pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan serentak dan efektif," pungkas Marwan.

(fjp/van)