Komisi III DPR Minta Kapolri Telusuri Proses Penangkapan Tokoh Adat Kinipan

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 06:08 WIB
Tangkapan layar video tokoh komunitas adat Laman Kinipan ditangkap.
Foto: Tangkapan layar video tokoh komunitas adat Laman Kinipan ditangkap. (Istimewa)
Jakarta -

Penangkapan tokoh adat Laman Kinipan, Effendi Buhing menuai kecaman karena dikaitkan dengan narasi 'kriminalisasi'. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta polisi menyelidiki proses penangkapan Buhing.

"Proses penangkapan terlihat di video selayaknya tidak demikian," kata Ahmad Sahroni ketika dihubungi, Kamis (27/9/2020).

Sahroni meminta Kapolri untuk menelusuri bagaimana kejadian sebenarnya. Jika benar ada kesalahan, menurutnya, petugas kepolisian itu harus diberikan sanksi tegas.

"Tapi bilamana ada kesalahan yang dilakukan petugas maka Kapolri harus turunkan team Propam untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya dan bilamana terbukti petugas yang lalai maka wajib diberikan sangsi berat," ujarnya.

Lebih lanjut, Anggota Komisi III F-PPP, Arsul Sani menilai video penangkapan Buhing itu terkesan keras. Dia menilai hal ini dapat menurunkan citra promoter (profesional, modern dan terpercaya) Polri.

"Video yang viral terkait dengan penangkapan tokoh masyarakat adat Laman Kinipan di Kalteng telah menambah kesan di publik bahwa dalam melakukan proses penegakan hukum terhadap masyarakat biasa Polri keras dan tajam. Ini menurunkan citra promoter-nya Polri sebagai penegak hukum," kata Arsul.

"Oleh karena itu, kami di Komisi III meminta agar Irwasum dan Propam untuk turun menginvestigasi apakah tindakan jajaran kepolisian di Kalteng dalam melakukan penanganan kasus yang menyangkut hak masyarakat adat Laman Kinipan tersebut dengan melakukan penangkapan tersebut sudah benar baik menurut hukum acara pidana maupun prinsip necesitas (keperluan) melakukan upaya paksa terhadap warga masyarakat," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2