Penembakan di Timor Leste Tak Cukup Dengan Nota Diplomatik

Penembakan di Timor Leste Tak Cukup Dengan Nota Diplomatik

- detikNews
Senin, 09 Jan 2006 05:10 WIB
Jakarta - Penembakan hingga tewasnya 3 warga sipil WNI di perbatasan RI dan Timor Leste tidak cukup hanya ditanggapi dengan protes melalui nota diplomatik. Insiden ini diminta untuk diusut tuntas."Harus tuntas dan tidak boleh dibiarkan begitu saja seperti insiden sebelumnya," kata Wakil Ketua MPR RI AM Fatwa dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (9/1/2006). Menurut Fatwa, sebelumnya insiden serupa terjadi pada April 2005 yang menewaskan seorang perwira TNI. Insiden inipun tidak membuahkan hasil."Insiden ini adalah tindakan provokatif, apalagi kehadiran PBB di Timor Leste sebagai tindak lanjut jajak pendapat yang hampir berakhir," tambahnya.Fatwa melihat tidak ada permasalahan kerawanan perbatasan. Dibentuknya Komisi Kebenaran dan Persahabatan antara RI dan TImor Leste, menurut Fatwa, seharusnya juga dapat menjalin hubungan intim."Kan sudah tercipta hubungan emosional kesejarahan dimana Timor Timur dulu pernah menjadi propinsi bagian dari Republik Indonesia," ujarnya.Tiga WNI, Stanis Maubere, Jose Mausorte dan Kandido Mariano ditembak saat tengah memancing di perbatasan Turiskain, Jumat 6 Januari lalu. Ketiganya tewas diterjang delapan peluru aparat kepolisian perbatasan Timor Leste. (wiq/)


Berita Terkait