Pengacara: Jenderal Napoleon Bonaparte Tak Cabut Red Notice Djoko Tjandra

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 20:38 WIB
Mantan Kadiv Hubungan Internasional Irjen Napoleon Bonaparte di Bareskrim
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte di Bareskrim (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Penasihat hukum Irjen Napoleon Bonaparte, Gunawan Raka, membantah kliennya mencabut red notice Djoko Tjandra. Gunawan menyebut red notice Djoko Tjandra terhapus secara otomatis.

"NCB Interpol Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Jenderal Napoleon Bonaparte tidak pernah mencabut red notice atas nama Joko S Tjandra (Djoko Tjandra). Karena faktanya red notice tersebut telah terhapus dari IPSG Interpol Sekretariat Jenderal yang terletak di Prancis, Lyon, sejak 11 Juli 2014," kata Gunawan Raka saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020).

Gunawan menambahkan status DPO Djoko Tjandra yang hilang di Imigrasi berdampak pada status red notice Djoko Tjandra yang hilang juga di sistem Interpol. Gunawan menyebut perihal tersebut di luar wewenang kliennya.

"Yang sebetulnya terjadi adalah hilangnya nama Djoko S Tjandra dalam DPO (daftar pencarian orang) Imigrasi, sebagaimana teregistrasi dalam Simkim adalah di luar kewenangan, di luar kekuasaan Saudara Napoleon atau lembaga NCB Republik Indonesia," terangnya.

Hal tersebut, lanjut Gunawan, berdampak pada bebasnya Djoko Tjandra keluar-masuk Indonesia. Dia kembali menegaskan kliennya tak terkait masalah ini.

"Sehingga keluar-masuknya Djoko Tjandra, baik ke Malaysia maupun ke mana-mana melalui perbatasan, itu tidak melalui data Imigrasi. Yang ada adalah hapusnya nama Djoko S Tjandra dari daftar Simkim DPO Imigrasi tidak ada kaitannya dengan Jenderal Napoleon Bonaparte," terang Gunawan.

Diberitakan sebelumnya, Gunawan menyebut membantah menerima suap terkait pencabutan red notice Djoko Tjandra.

"Perlu saya sampaikan, yang pertama, setelah bergulirnya perkara dugaan suap atas penghapusan red notice. Saya mewakili Napoleon, Jenderal Napoleon hari ini bicara. Jenderal Napoleon Bonaparte secara tegas menolak, bahwa Jenderal Napoleon Bonaparte tidak pernah menerima uang atau barang sebagaimana yang selama ini diberitakan," kata Gunawan di Bareskrim Mabes Polri, hari ini.

(aud/aud)