Eks Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko Segera Disidang

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 17:35 WIB
Eks Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko menjalani pemeriksaan di KPK. Ia diperiksa terkait kasus suap di Lapas Sukamiskin.
Eks Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK telah menuntaskan berkas perkara tersangka kasus dugaan suap pemberian fasilitas di Lapas Sukamiskin, Deddy Handoko. Mantan Kalapas Sukamiskin ini segera disidang.

"Hari ini Kamis (27/8/2020) telah dilaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) atas nama tersangka DH (Deddy Handoko) kepada tim JPU," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (27/8/2020).

Ali mengatakan jaksa penuntut umum memiliki waktu 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan untuk selanjutnya dilimpahkan ke persidangan. Deddy bakal diadili di Pengadilan Tipikor Bandung.

"Dalam waktu 14 hari kerja, JPU akan segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkannya ke PN tipikor. Persidangan diagendakan di PN Tipikor Bandung," sebutnya.

Masa penahanan Deddy diperpanjang selama 20 hari ke depan. Deddy dititipkan di Rutan Polda Jawa Barat.


Ali mengatakan, dalam proses penyidikan, total ada 30 saksi dari berbagai unsur yang diperiksa oleh KPK. Salah satunya pengusaha Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan.

"Selama proses penyidikan telah diperiksa 30 saksi yang di antaranya Tubagus Chaeri Wardana," ucapnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima tersangka baru yang dalam kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas di Lapas Sukamiskin ini. Penetapan para tersangka itu dilakukan dari hasil pengembangan OTT terhadap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein pada 2018.

Kelima tersangka ini adalah mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein (WH) dan mantan Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko (DHA) sebagai penerima; sedangkan napi kasus korupsi, yaitu Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (TCW); mantan Bupati Bangkalan yang juga napi korupsi Fuad Amin (FA) (status tersangka gugur karena Fuad wafat dalam proses penyidikan); serta Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar (RAZ), ditetapkan sebagai pemberi.

Rahadian Azhar, yang merupakan Dirut PT Glori Karsa Abadi, diduga memberi suap kepada Wahid. Dugaan suap ini berawal dari permintaan Wahid kepada Rahadian, yang merupakan pengusaha mitra Lapas Sukamiskin, untuk mencarikan mobil pengganti serta meminta Rahadian membeli mobil milikinya senilai Rp 200 juta.

Kemudian KPK menyebut Rahadian menyanggupi untuk membeli mobil Mitsubishi Pajero Sport Hitam senilai sekitar Rp 500 juta untuk Wahid Husein. Tak hanya itu, Ia juga menyanggupi membeli Toyota Innova milik Wahid Husein.

Rahadian kemudian disebut menyampaikan agar Wahid membayar cicilan mobil Pajero Sport itu senilai Rp 14 juta per bulan. Namun Wahid keberatan sehingga Rahadian menyanggupi untuk membayar cicilan. Rahadian juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Wawan diduga memberi suap dalam bentuk uang. Suap diduga berjumlah Rp 75 juta.

Tonton video 'Kasus Suap Sukamiskin, 2 Eks Kalapas Terima Mobil Mewah':

[Gambas:Video 20detik]



(ibh/aik)