Gus Dur: Rice Batal Datang karena Keduluan Soros
Minggu, 08 Jan 2006 14:09 WIB
Solo - Bukan Gus Dur kalau tidak bicara blak-blakan. Kali ini mantan Presiden bernama lengkap Abdurrahman Wahid ini mengungkapkan alasan sebenarnya pembatalan kunjungan Menlu AS Condoleeza Rice ke Indonesia. Menurutnya, itu terjadi karena Goerge Soros telah terlebih dulu datang ke Indonesia dengan membawa agenda pembicaraan yang sama namun berbeda pendekatan.Hal tersebut disampaikan oleh Gus Dur saat berbicara dalam orasi awal tahun di Pagelaran Kraton Surakarta, Minggu (8/1/2006). Seperti diketahui, dua hari hari lalu Goerge Soros datang ke Indonesia, salah satu agendanya bertemu dengan Gus Dur untuk membicarakan pemberantasan terorisme di Indonesia.Kata Gus Dur, Soros berpendapat bahwa untuk pemberantasan terorisme di Indonesia sangat tidak tepat jika dilakukan cara menyerang dengan senjata. Sebab cara itu bisa berakibat memburu orang-orang tidak berdosa yang selama ini juga ditargetkan oleh para teroris.Soros dan Gus Dur sama-sama sepakat bahwa langkah tersebut sama dengan langkah para teroris itu sendiri, yaitu mebunuh orang yang tidak berdosa. Keduanya sepakat pemberantasan dengan cara persuaif, tanpa penggunaan senjata."Akibat kedatangannya ini, maka Menlu AS Condoleeza Rice membatalkan kunjungannya ke Indonesia. Dia datang mewakili Pemerintahan George W Bush untuk mengatur pengejaran fisik kepada para teroris. Padahal kita tahu kalau ini terjadi, akan terjadi perang saudara di Indonesia," papar Gus Dur.Ditegaskan pula oleh Gus Dur, alasan kunjungan Rice ke Indonesia dibatalkan karena kesehatan PM Israel Ariel Sharon, sebagai alasan mengada-ada. "Kalau memang mau kan datang ke sini dua tiga jam lalu datang ke Israel kan ya bisa. Itu karena alasan sebenarnya memang bukan itu," kata dia.Saat ditanya wartawan sesuai acara, Gus Dur kembali menegaskan tujuan semula Rice datang memang untuk menggalang dukungan bagi kebijakan Bush mengenai teroris. Selain bertemu dengan pemerintah, pihak luar pemerintahan yang akan ditemui salah satunya adalah Gus Dur."Tapi berhubung saya sudah bicara dengan Soros dan sama pendiriannya dan ternyata memang Soros tidak setuju dengan Bush, ya sudah. Nanti kalau akibatnya dikembalikan kepada kita karena tidak mau nurut, ya itu harus kita terima. Kalau nanti tidak mau dagang dengan kita ya biarkan, negara lain masih banyak kok," demikian kata Gus Dur.Seperti diketahui, Soros yang pernah dituduh sebagai otak krisis Indonesia pada 1997 silam, datang ke Indonesia atas undangan Gus Dur. Soros menghadiri dialog antaragama yang diprakarsai Gus Dur.Foto:Gus Dur dan Soros pada Jumat (6/1/2006)
(nrl/)











































