Longsor Banjarnegara, Keluarga Minta Pencarian Terus Dilakukan

Longsor Banjarnegara, Keluarga Minta Pencarian Terus Dilakukan

- detikNews
Minggu, 08 Jan 2006 13:54 WIB
Banjarnegara - Keluarga korban bencana tanah longsor di Dusun Gunungraja Banjarnegara meminta agar pencarian terus dilakukan. Mereka berharap korban yang masih terkubur dapat ditemukan meski sudah tidak utuh atau membusuk."Kalau bisa terus dilakukan sampai dua atau tiga hari lagi sampai Selasa depan," kata Siti Masriyah (45) warga RT 4/RW 3 Dusun Gunungraja kepada wartawan di Posko pengungsi di SDN Sijeruk Kecamatan Banjarmangu, Minggu (8/1/2006).Masriyah mengaku sampai sekarang mayat kedua adik kandungnya masih belum ditemukan. Diperkirakan terkubur di sekitar jalanan dusun atau di dekat sungai dan kolam ikan yang ada di sebelah barat pemukiman."Kemungkinannya dia lari ada gunturan (longsor) karena saat ini hendak ke sungai buang air dan cuci pakaian. Saya sudah mencari dipengungsian juga tak ada," katanya.Hal senada juga diungkapkan oleh Sangidah (40) yang harus kehilangan anak satu-satunya gus Setiawan (18). Ia mengharap Tim SAR dapat menemukan jenazah anak laki-laki semata wayangnya itu, meski sudah tidak utuh lagi jazadnya. Bila Tim SAR masih mencari, dimungkinkan masih bisa mengenali anaknya yang saat musibah datang hanya mengenakan celana pendek, kaus putih dan sarung kotak-kotak. "Pakaiannya saya kenal betul dan saya ingin anak saya dikubur bersama warga yang lain di makam desa," kata Sangidah.Sangidah mengaku selama lima hari ini tinggal di posko pengungsian bersama tetangga dan kerabatnya tidak punya makan dan terus menangis ketika mengingat anaknya yang hilang terkubur longsoran. "Makan apa-apa di sini (posko - red) tidak enak, terus ingat anak. Saya ingin melihat jazad terakhir dia. Tapi kalau sudah seminggu tidak ketemu saya ikhlas dan saya tidak akan tinggal disana lagi," katanya sambil menangis. Sementara itu, Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno di Posko Bencana mengatakan proses evakuasi hari ini terus dilakukan dengan harapan korban bisa diketemukan lagi. Meski sudah terkubur selama lima hari, diharapkan tetangga maupun keluarga terdekat korban masih bisa mengenali baik melalui pakaian atau benda lain yang masih menempel ditubuh korban. Diperkirakan korban yang tersisa atau masih terkubur kurang dari 20 orang. Total jumlah korban meninggal sampai sekarang 59 orang. "Memang hari ini masih dicari, tapi 7 buah alat berat backhoe atau ekskavator sudah ada yang ditarik karena luas lahan yang digali sudah tinggal sedikit. Paling 2 backhoe dan 2 buldozer sudah cukup," kata Hadi supeno. (ary/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads